INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga emas bergerak menguat di zona $1672,82 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak menguat didorong oleh indeks dolar yang terpukul usai dirilisnya data dari sektor ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

"Pergerakan positif emas dipicu oleh terpuruknya indeks dolar usai dirilisnya Non-farm Payrolls AS pada bulan Oktober dilaporkan menciptakan lebih banyak pekerjaan baru dari yang diharapkan tetapi juga menunjukkan tingkat pengangguran yang lebih tinggi," kata Girta Yoga, Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (7/11/2022).

US Non-farm Employment Change yang dirilis oleh Bureau of Labor Statistics meningkat 261,000, angka ini lebih tinggi dari prediksi 197,000 namun terkontraksi dibandingkan data sebelumnya yang direvisi di level 315,000. US Unemployment Rate meningkat 3,7%, dibandingkan laporan sebelumnya di level 3,5% dan melesat dari prediksi di level 3,6%. 

Data yang dirilis menunjukkan pelonggaran dalam kondisi pasar tenaga kerja AS yang memungkinkan bank sentral AS, The Federal Reserve, beralih ke kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada pertemuan Fed berikutnya di bulan Desember. 

Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan bahwa dia tetap siap untuk bertindak lebih hati-hati pada laju kenaikan suku bunga di masa depan. 

Presiden Fed Chicago Charles Evans menyuarakan sudah waktunya bagi The Fed untuk beralih ke kenaikan suku bunga yang lebih kecil untuk menghindari pengetatan kebijakan moneter lebih dari yang dibutuhkan. Dirilisnya data dari sektor ketenagakerjaan AS yang suram menekan kinerja indeks dolar ke level 111,13 menjadi sentimen positif bagi pergerakan emas. 

Harga emas menguat dengan support saat ini beralih ke areal $1664,80 dan resistance terdekatnya berada di areal $1686,01. Support terjauhnya berada di areal $1658,85 hingga ke areal $1653,05, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal $1692,63 hingga ke areal $1698,03.