INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi triwulan III (Juli - September) 2022 mencapai Rp307,8 triliun, serta berhasil menyerap 325.575 tenaga kerja.

Advertisement

Realisasi investasi triwulan III naik 42,1%, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2021. 

Adapun, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan III-2022 sebesar Rp168,9 triliun (54,9%) yang lebih besar dibandingkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yaitu Rp138,9 triliun (45,1%).

Advertisement

Dengan capaian ini, maka realisasi investasi sepanjang Januari - September 2022 tercatat Rp892,4 triliun atau 74,4% dari target yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo tahun 2022 ini yaitu Rp1.200 triliun. 

"Ini adalah sebuah target, Insya Allah target Rp1.200 triliun bisa dicapai,” kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers nya pagi tadi (24/10). 

Advertisement

Lebih lanjut, Bahlil memaparkan bahwa penyebaran realisasi investasi di luar pulau Jawa pada triwulan III-2022 ini juga menunjukkan peningkatan yang positif. Tercatat sebesar Rp166,3 triliun atau 54% dari capaian realisasi pada triwulan III-2022 ini berada di luar pulau Jawa dan Rp141,5 triliun berada di pulau Jawa. 

Pada triwulan III-2022 ini, kontribusi realisasi investasi dari provinsi di luar pulau Jawa terbesar yaitu Riau yaitu Rp27,5 triliun di peringkat ketiga dan Sulawesi Tengah sebesar Rp24,3 triliun di peringkat kelima. 

Advertisement

Selain itu, provinsi Jawa Barat (Rp44,9 triliun), DKI Jakarta (Rp28,4 triliun), dan Jawa Timur (Rp25,9 triliun) yang memberikan kontribusi terbesar lainnya dalam capaian realisasi investasi di periode ini.

Realisasi investasi asal negara Singapura masih mendominasi pada triwulan III-2022 ini, yaitu sebesar USD 3,8 miliar yang diikuti oleh realisasi investasi asal R.R. Tiongkok sebesar USD 1,6 miliar; Jepang sebesar USD 1,0 miliar; Hongkong RRT sebesar USD 1,0 miliar; dan Malaysia sebesar USD 0,9 miliar.

Sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya mendominasi capaian realiasi investasi triwulan III-2022 ini yaitu sebesar Rp44,0 triliun; yang diikuti oleh sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp32,5 triliun; perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp28,9 triliun; pertambangan Rp28,3 triliun; dan listrik, gas, dan air sebesar Rp27,3 triliun.

“Di sini konsisten sekali bahwa kita tidak fokus lagi di sektor jasa, tapi kita sedang membangun hilirisasi. Data ini semakin membangun optimisme ke depan, bagi pembangunan ekonomi nasional,” jelas Bahlil. 

Berdasarkan data tahun 2019 sampai September 2022, perkembangan realisasi investasi di sektor sekunder terus mengalami peningkatan. Realisasi investasi sektor sekunder pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp216 triliun; tahun 2020 sebesar Rp272,9 triliun; tahun 2021 sebesar Rp325,4 triliun; dan sepanjang Januari-September 2022 ini tercatat sebesar Rp365,2 triliun, meningkat 50,6% dibandingkan data tahun 2019 lalu.

Secara akumulatif, data realisasi investasi sepanjang Januari-September 2022 untuk PMA mencapai Rp479,3 triliun atau 53,7%, sementara PMDN sebesar Rp413,1 triliun atau 46,3%. Sedangkan, untuk penyebaran realisasi investasi di luar Jawa tercatat sebesar Rp472,1 triliun atau 52,9% dan di pulau Jawa sebesar Rp420,3 triliun atau 47,1%. 

Pada periode yang sama, realisasi investasi didominasi oleh sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya yaitu sebesar Rp131,8 triliun; diikuti oleh sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp97,6 triliun; pertambangan Rp96,5 triliun; perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp80,5 triliun; dan listrik, gas, dan air sebesar Rp68,6 triliun.

Sama seperti data triwulan III-2022, data realisasi investasi terbesar sepanjang Januari-September 2022 berada di provinsi Jawa Barat yaitu Rp128,4 triliun; selanjutnya disusul oleh provinsi DKI Jakarta Rp108,9 triliun; Jawa Timur Rp79,5 triliun; Sulawesi Tengah Rp76,4 triliun; dan Riau Rp71,9 triliun.

Sedangkan, berdasarkan asal negara, realisasi investasi investasi sepanjang Januari-September 2022 didominasi oleh Singapura yaitu USD 10,5 miliar; R.R Tiongkok USD 5,2 miliar; RRT Hongkong USD 3,9 miliar; Jepang USD 2,8 miliar; dan Malaysia USD 2,2 miliar. 

Namun jika dilihat dalam peringkat 10 besar, Amerika Serikat, Korea Selatan, Belanda, Bermuda, dan Inggris juga termasuk dalam realisasi investasi tertinggi. 

“Pemerataan terhadap kecenderungan negara-negara melakukan realisasi investasi di Indonesia semakin paten. Hal ini tidak terlepas dari UU Cipta Kerja yang memberikan rasa optimis dan keyakinan bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia,” tutup Bahlil.