INDUSTRY.co.id - Jakarta – Procter & Gamble (P&G) Indonesia kembali menyelenggarakan kompetisi inovasi,P&G SOLVE 2.0 dengan mengundang mitra bisnis eksternal untuk mencari dan menciptakan solusi nyata dalam memecahkan permasalahan bisnis di industri FMCG. Program ini merupakan inisiatif P&G Indonesia berkolaborasi dengan Angel Investment Network (ANGIN) Indonesia.
Edisi pertama program ini telah diselenggarakan pada April 2022 lalu. Kini, P&G SOLVE 2.0 mengusung tema utama “Manufaktur dan Digitalisasi” dengan mengundang start-up, wirausahawan, korporasi, akademisi, serta organisasi yang terafiliasi dengan universitas, di bidang Manufaktur dan Digitalisasi dengan pengalaman yang telah terbukti di pasar Indonesia untuk bergabung dalam program ini.
Program ini bertujuan untuk mencari dan menciptakan solusi inovatif yang berkaitan dengan masalah di Pabrik P&G Indonesia di Jakarta seperti manufaktur, mesin sentuh (touching machines), digitalisasi dan keberlanjutan (sustainability).
"Kami dengan bangga meluncurkan kembali P&G SOLVE 2.0 dan berharap bahwa program ini akan mampu menjawab tantangan bisnis, terutama pada area yang berkaitan langsung dengan operasional pabrik kami. Kami optimis hasil dari program ini akan berkontribusi signifikan terhadap perkembangan teknologi maupun bisnis P&G Indonesia," kata Saranathan Ramaswamy, Presiden Direktur P&G Indonesia yang dikutip INDUSTRY.co.id, Minggu (9/10/2022).
Seif Samir, Jakarta Plant Manager P&G Indonesia mengungkapkqn bahwa proses manufaktur di industri FMCG dihadapkan dengan beragam dinamika dan tantangan. Oleh sebab itu, P&G Indonesia selalu aktif dalam mencari solusi inovatif untuk permasalahan yang kami hadapi di pabrik (plant).
"Dengan mengedepankan efisiensi dan produktivitas dalam keseluruhan proses manufaktur, kami berharap dapat terus menghasilkan produk yang terbaik bagi konsumen, serta memastikan terlaksananya operasi bisnis yang berkelanjutan di pabrik kami. Melalui P&G SOLVE 2.0, kami berharap dapat berkolaborasi dengan para inovator dengan pengalaman di bidang Manufaktur dan Digitalisasi untuk menjadi bagian dari upaya kami dalam mendorong inovasi di pabrik P&G," ungkapnya.
Sementara itu, David Soukhasing, Managing Director ANGIN mengungkapkan, P&G SOLVE mengemban misi yang sama dengan ANGIN untuk menjembatani kesenjangan dalam ide-ide terobosan yang dapat memenuhi kebutuhan industri. "Kami senang dapat kembali berkolaborasi dengan P&G Indonesia untuk memperkuat P&G SOLVE 2.0 dan menciptakan program yang dapat memajukan inovasi di industri FMCG," unhkap David.
P&G Indonesia dan ANGIN mengundang pengusaha, inovator, akademisi, serta organisasi yang terafiliasi dengan universitas sebagai partisipan dalam program P&G SOLVE 2.0. Dalam program ini, para partisipan akan berkesempatan untuk mendapatkan empat manfaat.
Pertama, partisipan mendapatkan kesempatan untuk memberikan solusi inovasi dan berkolaborasi dengan P&G Indonesia sebagai salah satu perusahaan FMCG terbesar di Indonesia. Kedua, selain memberikan peluang untuk partisipan melakukan pitching, P&G SOLVE 2.0 juga menawarkan valuasi berupa pendanaan (Paid Pilot) untuk ide (Proof of Concept) yang terpilih.
Ketiga, partisipan juga dapat terkoneksi langsung dengan para manajemen senior di P&G Indonesia serta tergabung dalam jaringan ANGIN. Keempat, para partisipan dapat meningkatkan kapabilitasnya karena berkesempatan langsung dalam memecahkan permasalahan bisnis yang konkret.