INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional Komite Rakyat Nasional (KORNAS) Bondan Arie Perdana mengatakan, pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Pimpinan Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF)- MUI di Istana Merdeka beberapa hari yang lalu adalah hal yang sangat positif bagi bangsa dan negara kedepan.

Advertisement

"sebab ini cukup jelas bahwa ajaran-ajaran Islam tidaklah untuk saling membenci, justru saling memaafkan kesalahan, saling menghormati dan saling menghargai," tutur Bondan melalui keterangan tertulis kepada INDUSTRY.co.id diterima, Rabu (28/6/2017).

Menurut Bondan, Negara ini lahir sudah toleransi, negera ini lahir dari keaneka-ragaman, peristiwa politik beberapa bulan yang lalu merupakan persoalan politik, jangan lagi dikait-kaitkan lagi dengan agama. "Sehingga isu itu hanya bisa menyebabkan konflik horisontal saja," ucap Bondan

Advertisement

Dengan adanya pertemuan pimpinan GNPF MUI dan Presiden, lanjut Bondan, adalah hal yang luar biasa, pertemuan yang menyejukkan, pertemuan itu jangan lagi diplesetkan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan perdamaian, justru bila masih ada yang menpolitisir dengan berita-berita miring atau hoax malah akan memperuncing saja.

“Toh kan pertemuan itu adalah bentuk kebudayaan kita saling maaf-memaafkan apalagi dimomen hari raya, kita ndak boleh lagi curiga mencurigai, apalagi mengatakan pihak GNPF MUI kalah dengan Kotak-kotak, bila masih ada intrik-intrik itu ini menurut kami siapapun dia baik dari pihak GNPF-MUI atau Pihak Ahoker tentunya tidak menginginkan Indonesia damai dan maju,” tegas Bondan

Advertisement

Ia mengatakan, pertemuan itu jangan dilihat menang atau kalah, pertemuan itu justru membawa pesan kebaikan, pesan untuk kita semua agar intropeksi diri dan dapat saling menahan diri. "Mari kita menatap kedepan untuk Indonesia yang lebih maju lagi dalam bingkai Kebhinekaan," tambah Bondan.

"Oleh karenanya kami sangat mendukung pertemuan GNPF MUI dan Presiden Joko Widodo, pertemuan antara pimpinan itu sangat membawa kebaikan untuk kita semua, terutama masyarakat dibawah hampir saja terpecah belah akibat perbedaan pandangan politik, namun dengan adanya pertemuan itu kita jadikan momentum untuk saling menghargai dan saling menghormati perbedaan," pungkas Bondan.

Advertisement