INDUSTRY.co.id , Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan, kenaikan presentase angkutan udara pada H+2 Lebaran mencapai 11,57% atau melampaui prediksi sebelumnya yakni sebesar 9,75%.

Advertisement

Menurut Soegiharjo, kenaikan presentasi tersebut disebabkan oleh dua hal, diantaranya daya beli masyarakat yang meningkat serta pembangunan infrastruktur yang meningkat.

“Jadi selama ini angkutan udara kita prediksi kenaikannya 9,8% ya. Tapi dari total periode H-10 sampai dengan H+2 kemarin itu meningkatnya sudah sekitar 11,6%. Meningkat lebih tinggi dari prediksi. Artinya kalau saya melihat ada dua hal yaitu pertama daya beli masyarakat meningkat. Kedua selama prioritas pembangunan oleh Kabinet Jokowi dan JK ini infrastruktruktur termasuk kita membangun bandara-bandara yang demandnya tinggi,” jelas Soegihardjo disela peninjauannya ke Posko Angkutan Lebaran di Kantor Kementerian Perhubungan pada Selasa (27/6/2017).

Advertisement

Pria yang akrab di sapa Jojo tersebut menambahkan, kenaikan presentase angkutan udara juga dapat disebabkan oleh penambahan pesawat ataupun extra flight oleh maskapai penerbangan.

“Kenaikan frekuensi atau presentase juga karena pertama ada penambahan pesawat, kedua penambahan frekuensi dengan meminta extra flight. Penambahan frekuensi terjadi ada penambahan kapasitas bandara baik kapasitas bandara yang dibangun maupun jam operasi yang ditambah,” ujar Jojo.

Advertisement

Jojo menjelaskan, Kemenhub telah mengantisipasi beberapa hal terkait arus balik untuk moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api demi menciptakan angkutan lebaran yang aman, nyaman dan selamat.

“Yang utama di bidang (moda) udara, laut, kereta api fokus kita pada aspek keselamatan. Kalo dari sisi kapasitas seperti udara dengan extra flight dan perpanjangan jam operasi bandara mampu mengatasi arus puncak balik demikian pula di angkutan laut pola-pola yang kepadatan itu kan rute tradisionalnya sudah kita petakan dan sudah diantisipasi,” ujarnya.

Advertisement