INDUSTRY.co.id - Jakarta, Erajaya Group memperkuat komitmen terhadap pengembangan dan pemberdayaan dunia pendidikan vokasi di Indonesia melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Perjanjian kerja sama tersebut ditandangani oleh Hasan Aula selaku Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk dan Kiki Yuliati selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi di Komplek Kemendikbudristek, di Senayan, Jakarta.

Advertisement

Jimmy Perangin Angin, Chief Human Capital, Legal & CSR Erajaya Group mengatakan, kerja sama strategis ini merupakan kelanjutan dari program pengembangan kompetensi dan penyelarasan vokasi di dunia kerja industri, seperti pengembangan aplikasi belajar online khusus yang berisi materi/modul yang disesuaikan untuk kebutuhan vokasi, guru tamu, PKL, dan rekrutmen untuk lulusan vokasi. 

 “Melalui penandatangan kesepakatan ini, Erajaya Group berkomitmen untuk mengembangkan dan memberdayakan dunia pendidikan vokasi di Indonesia, terutama di bidang-bidang lain di luar bidang bisnis dan manajemen yang selama ini sudah dikerjasamakan. Bidang-bidang baru tersebut adalah bidang tata boga, tata busana, dan farmasi yang saat ini sesuai dengan perkembangan bisnis Erajaya Group kedepannya", kata Jimmy dari keterangannya yang diterima redaksi INDUSTRY.co.id, pada Minggu (21/8/2022).

Advertisement

Jimmy pun menambahkan, kerja sama ini juga akan mengakomodir upaya dalam rangka Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Satuan Pendidikan Vokasi, meliputi:

1. Penyelarasan kurikulum berbasis industri

Advertisement

2. Penyediaan data terkait lulusan pendidikan vokasi

3. Peningkatan kompetensi bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik

Advertisement

4. Penyediaan pendidik tamu dari dunia usaha, sertifikasi kompetensi, praktik kerja lapangan, rekrutmen lulusan pendidikan vokasi

5. Pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan. 

Dalam kesempatan yang sama, Kiki Yuliati, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek menjelaskan, kerja sama ini bertujuan untuk mencapai keselarasan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, di mana pada akhirnya dapat mendukung lulusan pendidikan vokasi tersalurkan dengan baik dan selaras dengan dunia kerja.

"Apalagi saat ini, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai dengan standar industri," katanya.

Adapun sebagai informasi, berdiri pada tahun 1996, Erajaya menjalankan kegiatan usaha importir, distribusi dan perdagangan ritel perangkat telekomunikasi selular seperti telepon selular dan tablet, subscriber identity module card (SIM Card), voucher isi ulang operator jaringan selular, aksesoris, serta gadget dan produk Internet of Things (IoT) seperti drone, action camera, wearable devices, dan lain-lain.

Pada tahun 2011, Erajaya resmi menjadi perusahaan terbuka dan menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia, langkah tersebut menjadikan Erajaya sebagai perusahaan terbesar dan terpercaya dalam bisnisnya di Indonesia.