BSI akan Rights Issue, Terbitkan 6 Miliar Saham Baru

Oleh : Wiyanto | Kamis, 18 Agustus 2022 - 10:34 WIB

Bank Syariah Indonesia (foto Kompas.com)
Bank Syariah Indonesia (foto Kompas.com)

INDUSTRY.co.id-Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) rencana aksi korporasi melalui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (Rights Issue) pada kuartal IV/2022.

 

Pada Selasa (16/8) BSI menerbitkan Keterbukaan Informasi Kepada Pemegang Saham (KI) mengenai rencana Perseroan melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6 miliar saham Seri B Perseroan, dengan nilai nominal Rp500 per saham (Saham Baru).

 

“Saham baru tersebut akan diterbitkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Saham baru tersebut juga akan memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham Seri B Perseroan lainnya yang telah ditempatkan dan disetor,” ujar Ade Cahyo Nugroho Direktur Finance & Strategy BSI

 

Ade Cahyo Nugroho atau akrab disapa Cahyo menuturkan aksi korporasi rights issue ini dilakukan perseroan untuk mendukung ekspansi pertumbuhan BSI baik secara organik maupun anorganik. Di mana BSI memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan dengan compound annual growth rate (CAGR) di atas 15% sampai tahun 2025.

 

“Maka untuk mendukung rencana tersebut, BSI membutuhkan tambahan permodalan (ekuitas) agar Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan dapat mencapai di atas 20% pada akhir tahun 2025. Saat ini CAR BSI berada di kisaran 17%. Hal tersebut juga sesuai dengan average CAR Top 10 National Bank dan menjaga level of comfort market,” paparnya.

 

Ekspansi pertumbuhan BSI tersebut sejalan dengan visi perseroan untuk menjadi Top 10 Global Sharia Bank.

 

Lebih lanjut, BSI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 September 2022 untuk meminta persetujuan rencana rights issue tersebut. Adapun, ketentuan-ketentuan PMHMETD I, termasuk harga pelaksanaan dan jumlah final atas saham baru yang diterbitkan akan diungkapkan dalam prospektus yang akan diterbitkan pada waktunya sesuai dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku.

 

Cahyo menegaskan seluruh dana yang diterima dari PMHMETD I (setelah dikurangi dengan biaya-biaya dan pengeluaran-pengeluaran terkait emisi saham baru), akan digunakan BSI untuk penyaluran pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

 

“Dengan rencana rights issue ini, BSI akan memiliki kecukupan modal yang baik dengan CAR dapat tetap terjaga dikisaran 20% dan penambahan probability yang optimal bagi pemegang saham dengan proyeksi dan Return On Equity (ROE) di atas 20% dalam waktu menengah hingga jangka panjang” jelasnya.

 

Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD miliknya, maka persentase kepemilikannya atas perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 12,73%.

 

Sebagai salah satu institusi perbankan berdasarkan prinsip syariah di Indonesia, BSI mampu menorehkan kinerja yang cukup baik di tengah situasi yang menantang akibat pandemi Covid-19.

 

Seluruh indikator keuangan BSI pun memiliki kinerja yang cukup optimal. Pada triwulan I/2022, BSI menorehkan capaian positif dengan membukukan laba bersih mencapai Rp987,68 miliar atau naik 33,18% secara year on year (YoY). Melalui raihan tersebut BSI semakin siap berlari dan optimistis meraih pertumbuhan berkelanjutan di masa datang.

 

Per triwulan I/2022, BSI mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp177,51 triliun atau tumbuh 11,59% yoy, dengan komposisi yakni pembiayaan konsumer yang tumbuh 20,73%, pembiayaan mikro tumbuh 22,42% dan gadai emas tumbuh 8,96%. Capaian tersebut didukung pula pembiayaan sehat dengan rasio non performing financing (NPF) net sebesar 0,90%.

 

Dari sisi aset, BSI saat ini berada di peringkat tujuh secara nasional sekaligus menjadi bank syariah terbesar di Indonesia. Sedangkan dari sisi pembiayaan BSI berada pada peringkat enam secara nasional, adapun dari sisi jaringan, BSI didukung oleh lebih dari 1.500 outlet dan lebih dari 2.500 jaringan ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Rabu, 05 Oktober 2022 - 20:46 WIB

INDEF: Kebijakan Satu Peta Percepat Pemulihan Ekonomi

Jakarta - Ekonom INDEF, Agus Herta Sumarto mengatakan, Kebijakan Satu Peta dapat mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat dengan identifikasi potensi ekonomi berdasarkan daerah.

Ilustrasi Tambang

Rabu, 05 Oktober 2022 - 20:10 WIB

Industri Tambang Harus dapat Berikan Manfaat kepada Negara dan Masyarakat

Direktur Utama Kideco, Mochamad Kurnia Ariawan menyampaikan bahwa industri tambang harus dapat memberikan manfaat kepada negara dan masyarakat. Dia mengatakan pihaknya akan terus berkontribusi…

3 Kali Dalam Setahun, Digidata Konsisten Torehkan Prestasi Global

Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:56 WIB

3 Kali Dalam Setahun, Digidata Konsisten Torehkan Prestasi Global

Jakarta- Pada tahun ini, Digidata tidak henti-hentinya menorehkan pencapaian yang cemerlang. Kali ini, teknologi perusahaan asal Indonesia berhasil lolos sertifikasi internasional dari NIST…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:15 WIB

Menperin Agus Siap Kejar Target Dua Juta Motor Listrik

Pemerintah terus melakukan terobosan untuk menumbuhkan industri kendaraan listrik di tanah air, di antaranya melalui percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi…

Musim Pancaroba Banyak Penyakit, Lakukan Hal Ini

Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:13 WIB

Ayah Bunda! Musim Pancaroba Banyak Penyakit, Lakukan Hal Ini

Jakarta-Di musim pancaroba yang menjadi masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya, seringkali dikaitkan dengan datangnya berbagai jenis penyakit.