INDUSTRY.co.id , Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan menuturkan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terhambat pembebasan lahan.
Ia mengaku saat ini progres pembebasan lahan untuk proyek KCIC baru mencapai 53%. Jadi, dirinya tidak dapat menjanjikan kapan sedianya progres pembebasan lahan akan selesai. "As soon as possible," kata Hanggoro, di Kementerian BUMN beberapa waktu lalu.
Menurut Hanggoro, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Perhubungan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), Bintang Perbowo, sebagai BUMN karya yang ditunjuk sebagai kontraktor, menyebut lahan-lahan yang masih belum selesai adalah lahan yang ada di Halim.
"(Lahan di Halim) kamu masih menunggu surat dari Menteri Keuangan karena itu lahan milik Kemenkeu untuk memindahkan lokasi yang terkena," jelas Bintang.
Sementara itu, untuk lahan yang berhimpitan dengan Jasa Marga yang berada di lahan milik masyarakat. "Itu juga sedang dalam proses," ujarnya.
Sementara untuk pencairan dana dari China Development Bank (CDB), kata Bintang, masih ada hal-hal yang harus dilengkapi sebelum dana dicairkan.
Proyek yang sudah di ground breaking sejak 21 Juni 2016 ini, dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai badan usaha perkeretaapian yang 60% sahamnya dimiliki oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan 40% sisanya dikuasai China Railway International (CRI).
PSBI merupakan konsorsium 4 BUMN yakni PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya Tbk, PT Jasa Marga Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. (Hry/hid)