INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat, 27 Mei 2022. Dalam RUPST tersebut para pemegang saham telah menyetujui Laporan Tahunan untuk Tahun Buku 2021 dan Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasi (audited), untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Selain itu RUPST juga menyetujui pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan selama Tahun Buku 2021, sepanjang laporan tersebut tercermin dalam Laporan Keuangan Perseroan tahun 2021.
Pada RUPST tersebut juga telah disetujui adanya pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp79,8 miliar dari hasil laba bersih Perseroan tahun 2021, serta penetapan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
RUPST juga menyetujui pengunduran diri Mirza Adityaswara sebagai Komisaris Independen Perseroan dan mengangkat Bapak Iwa Kartiwa Hudaya sebagai Komisaris Independen Perseroan yang baru.
Selain itu jiga dilakukan perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi Perseroan untuk masa jabatan berikutnya sampai dengan tahun 2024. Adapun berikut susunan anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi Perseroan :
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Indracahya Basuki
Komisaris : Widiyanti Putri
Komisaris Independen : Iwa Kartiwa Hudaya
Direksi
Direktur Utama : Wishnu Wardhana
Direktur Perkebunan & Agronomi : Noor Falich
Direktur Logistik & Teknik : Imam Syaifullah
Direktur Keberlanjutan : Yayan H. Ginanjar
Direktur Keuangan, Akuntansi, & Pajak : Mahirudin
PT Teladan Prima Agro Tbk merupakan perusahaan agribisnis yang berfokus kepada pengelolaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit berkelanjutan, serta energi terbarukan.
Beroperasi sejak tahun 2004, PT Teladan Prima Agro Tbk memiliki luas lahan 60.500 Ha dimulai dari Kabupaten Berau dan berkembang ke Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Paser, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Perseroan menghasilkan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan inti sawit atau palm kernel yang diproduksi dari 6 pabrik kelapa sawit, dengan jumlah kapasitas olah gabungan sebesar 310 ton TBS/jam.