3 Fakta Seru Berwisata ke Museum Kereta Api Ambarawa, Bisa Ijab Kabul di Gerbong Kereta

Oleh : Chodijah Febriyani | Rabu, 13 April 2022 - 14:15 WIB

Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Foto: Chodijah Febriyani)
Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Foto: Chodijah Febriyani)

INDUSTRY.co.id - Libur lebaran kali ini masyarakat Indonesia bisa bernapas lega. Pasalnya, setelah dua tahun, akhirnya pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. 

Momen lebaran ini, tidak hanya dimanfaatkan untuk bersilaturahmi bersama keluarga, tetapi juga dijadikan momen untuk berlibur bersama. 

Nah, bagi kamu yang ingin mudik ataupun berlibur ke daerah Jawa Tengah, banyak destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi. Adapun destinasi wisata yang tak boleh kamu lewatkan, yaitu Museum Kerta Api Ambarawa yang berlokasi di Kabupaten Semarang.

Museum Kereta Api Ambarawa ini, dulunya adalah stasiun kereta api. Namun, kini sudah dialihfungsikan menjadi sebuah museum serta merupakan museum perkeretaapian pertama di Indonesia.

Museum ini memiliki koleksi kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Museum ini secara administratif berada di Desa Panjang, Ambarawa, Semarang. 

Bak ke masa lalu, museum ini menyimpan segudang sejarah yang menarik untuk kita ketahui. Berikut ini fakta dari Museum Kereta Api Ambarawa. 

1. Belajar sejarah peninggalan penjajahan Indonesia

Beberapa waktu lalu, Industry.co.id berkesempatan mengunjungi museum ini bersama rombongan Forum Wartawan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf).

Sampai di museum, rombongan kami disambut oleh seorang tour guide yang berpaikan seragam Klederdracht, bernama Muschsin. Dengan semangat, pria paruh baya tersebuy menjelaskan sejarah museum Kereta Api Ambarawa kepada kami.

Diketahui, museum nini merupakan satu-satunya museum kereta api berteknologi kuno peninggalan penjajah di Indoneia. Stasiun Ambarawa dibangun karena keinginan Raja Williem I untuk memudahkan pengangkutan pasukan militer.

Sebelum menjadi meseum, tempat ini awalnya adalah stasiun kereta api yang aktif. Namun pada 9 April 1976, Gubernur Jawa Tengah Soepardjo Rustman menajadikan stasiun Ambarawa ini sebagai museum kereta api hingga saat ini.

Meski nampak kuno, kami pun dimanjakan oleh lingkungan yang terawat dan asri. Tiket masuk untuk dewasa Rp20 ribu, anak-anak usia 3-12 tahun Rp10 ribu, kemudian wisatawan mancanegara harus membayar tiket seharga Rp30 ribu.

Dengan harga segitu, kamu bisa berkeliling museum menikmati sejarah 26 lokomotif uap, 4 Lokomotif Diesel, 5 Kereta dan 6 Gerbong dari berbagai daerah.

2. Bisa menggelar pernikahan dan foto pre wedding

Keunikannya, di museum ini bisa dijadikan lokasi untuk foto pre wedding dan pernikahan atau ijab kabul di dalam gerbong.

Thanti Felisiani Supervisor Senior Indonesian Railway Museum mengatakan menikah di atas gerbong bisa jadi pilihan untuk menggelar pernikahan anti mainstream.

"Bus kan sudah, jadi ayo siapa yang mau (akad nikah) di gerbong kereta diesel atau uap? Gerbong kereta bersejarah itu bisa disulap menggunakan dekorasi sesuai keinginan calon pengantin" ujarnya.

Sementara, untuk pre wedding dan pernihakan, Thanti mengatakan biasanya membawa WO (Wedding Organizer) sendiri. 

"Sesuai dengan tarif sewa gerbong pada kondisi umum. Lokomotif diesel, dengan satu kereta bermuatan maksimal 40 orang, seharga Rp5 juta. Masih lokomotif diesel, namun dengan dua kereta bermuatan maksimal 80 orang, biayanya sekitar Rp7,5 juta," katanya.

"Untuk weekday, lokomotif diesel dengan tiga kereta berkapasitas 120 orang, dihargai Rp10 juta," timpalnya.

Sementara, untuk lokomotif uap untuk weekday masih untuk weekday, tersedia kapasitas 40, 80, dan 120 orang. 
"Masing-masing tarifnya adalah Rp10 juta, Rp12,5 juta, dan Rp15 juta," tuturnya.

"Sementara tarif sewa lokomotif diesel saat weekend adalah Rp10 juta dan Rp14,5 juta untuk kapasitas 80 dan 120 orang. Lalu, tarif sewa lokomotif uap, yakni Rp16 juta dan Rp20 juta untuk kapasitas 80 dan 120 orang," jelas Thanti.

3. Swafoto dan keliling naik lokomotif diesel

Sehabis mengenal sejarah, kamu bisa berswafoto berlatar belakang kereta api. Selain itu kamu juga berfoto di atas rel dengan bangunan. 

Menariknya, museum Kereta Api Ambarawa ini juga menawarkan paket wisata berkeliling naik lokomotif diesel vintage reguler dengan rute Ambarawa - Tuntang. Tentu saja selama perjalanan kamu disuguhi pemandangan yang indah, hamparan sawah yang siap menyapa sepanjang jalan.

Terjadwal hanya Sabtu dan Minggu pada April 2022. Untuk tiket, pengunjung cukup membayar Rp 100 ribu untuk satu kali perjalan berdurasi 60 menit. Karena masih pandemi, pihaknya pun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi ACT

Rabu, 06 Juli 2022 - 13:38 WIB

Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Umat ACT, DPR Minta Adanya Sanksi Tegas

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menanggapi tentang Kasus masalah penyelewengan dana donasi yang dilakukan lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT). Menurutnya, oknum yang melakukan…

Kolaborasi CIMB Niaga dan KB Bukopin Perluas Layanan Tarik Tunai Tanpa Kartu di Jaringan ATM Bersama

Rabu, 06 Juli 2022 - 13:28 WIB

Kolaborasi CIMB Niaga dan KB Bukopin Perluas Layanan Tarik Tunai Tanpa Kartu di Jaringan ATM Bersama

Tangerang Selatan-PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) bersama PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bukopin) dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) hari ini meresmikan Implementasi Layanan Tarik…

Perlu Pendekatan Agama, Agar Program Imunisasi di Provinsi Aceh Meningkat

Rabu, 06 Juli 2022 - 13:15 WIB

Perlu Pendekatan Agama, Agar Program Imunisasi di Provinsi Aceh Meningkat

Dalam upaya mencari solusi tentang cakupan imunisasi di Provinsi Aceh. Dalam hal ini Direktorat Pengelolaan Imunisasi dan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian…

Ilustrasi tanaman Ganja

Rabu, 06 Juli 2022 - 12:59 WIB

Ada Penelitian Baru Manfaat Ganja, Komisi III: UU Narkotika Mendesak Direvisi Demi Kepentingan Medis

Anggota Komisi III DPR RI Romo H.R. Muhammad Syafi'i menegaskan Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika mendesak segera untuk direvisi mengingat adanya tuntutan perkembangan…

Ketum PWI Atal S Depari Apresiasi Program PWI Babel

Rabu, 06 Juli 2022 - 12:45 WIB

Ketum PWI Atal S Depari Apresiasi Program PWI Babel

Ketua Umum PWI Pusat Atal.S Depari mengapresiasi program PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2022 - 2027. Hal ini dikatakan Atal saat pelantikan dan pengukuhan Pengurus PWI Provinsi…