INDUSTRY.co.id, Jakarta - Dengan membeludaknya  wisman Tiongkok ke Mando bakal segera diikuti Tarakan, Kalimantan Timur. Mulai 21 Juli 2017 nanti, destinasi yang ngehits dengan wisata bahari Derawan itu bakal segera disinggahi turis-turis asal Negeri Tirai Bambu. Konektivitasnya akan disambung dengan charter flight Sriwijaya Air.

Advertisement

“Mulai 21 Juli kami akan coba jembatani satu kota di Tiongkok dulu. Nanti akan ada charter flight dari Guangzhou ke Tarakan hingga Agustus 2017. Ini akan dijelajahi Boeing 737 NG berkapasitas 200 penumpang. Frekuensinya enam kali,” ujar Senior Corporate Communications Manager PT Sriwijaya Air Group Agus Soedjono, melalui keteran tertulisnya, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Era baru pariwisata di Tarakan pun siap dimulai. Sama dengan Manado, Tarakan di Kalimantan Timur diyakini akan mulai kebanjiran wisman asal Negeri Panda. Pertama, Guangzhou, ibukota Provinsi Guangdong. Pilihan ini dirasa pas lantaran Guangzhou merupakan kota terbesar dan termaju di Tiongkok Selatan. Daerah ini sering disebut ibukota Canton.

Advertisement

Kotanya bahkan pernah jadi kota terbesar di dunia pada awal abad ke-19, dengan penduduk saat ini 12,9 juta. “Kita lihat sampai Agustus. Kalau pesanannya tinggi, tidak menutup kemungkinan kita naikkan jadi regular flight,” tambah Agus.

Niatan Sriwijaya tadi langsung direspon Divisi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata. Bayangan serbuan turis Tiongkok langsung muncul. Apalagi, di dekat Tarakan, ada wisata bahari kelas dunia di Derawan. Di seantero Tiongkok, wisata bahari sangat digemari lantaran negeri itu tidak bersinggungan dengan laut.

Advertisement

“Kami sudah koordinasi untuk memfasilitasi 15 agent yang menjual paket charter untuk site vite akhir Juni ini,” terang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu.

Gerak cepat memang harus segera dilakukan. Maklum, kesempatan ini tidak datang dua kali. Bila tepat sasaran, langsung mengena ke ‘jantung’ pasar wisman asal Guangzhou, Tarakan di Kalimantan Timur, bisa mendadak ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Advertisement

Dari paparan Pitana, keberhasilan menjaring wisatawan Tiongkok ke Manado akan kembali diterapkan di Tarakan, Kalimantan Timur.

“Site visite 15 Agent Tiongkok pada akhir Juni nanti adalah gerbang masuknya. Semoga ini berjalan lancar. Agent-agent ini yang juga membuat Manado booming,” tambah Pitana.

Menurut Vinsensius Jemadu membenarkan apa yang disampaikan Pitana. Selain mengundang 15 agent top, pihaknya juga sudah menyiapkan paket-peket perjalanan wisata yang sulit ditolak wisman Tiongkok. “Paket utama yang dijual masih bahari. DI sana ada Derawan dan sekitarnya. Sebelum paket stimulus triwulan berjalan kami upayakan dengan joint promotion dulu,” tamabahnya.

Menpar Arief Yahya langsung happy melihat respon cepat jajarannya. Upaya nyata tadi, menurutnya bakal mempercepat niatan Kalimantan Timur untuk mewujudkan Derawan dan sekitarnya menjadi pusat wisata di Indonesia setelah Bali.

“Ini mimpi, cita-cita dan dambaan puluhan tahun. Harapannya Tarakan dan Derawan dibanjiri turis. Tidak ada cara lain memajukan Kalimantan Timur. Harus lewat pariwisata. Oil dan tambang sudah redup,” ungkapnya.
Bagi Kalimantan Timur, ini peluang sekaligus keberuntungan luar biasa.

Derawan yang jadi salah satu ikon pariwisata Indonesia, sejatinya tidak masuk "radar nasional". Tidak masuk 10 destinasi prioritas pawisata Indonesia yang digenjot Kemenpar.

Itu artinya, Pariwisata Kalimantan Timur tidak masuk prioritas program nasional. Perhatian, kegiatan dan anggaran pariwisata Indonesia tidak diarahkan untuk Kaltim tapi ujung dari promosi itu satu, yakni apa ada penerbangan yang menghubungkan destinasi-destinasi itu dengan kota-kota pasar utama turis di dunia.

Kaltim bisa sebaliknya. Tidak masuk 10 destinasi unggulan, justru airline sendiri yang berinisiatif terbang ke Kaltim.

“Jika ini jadi program pemerintah, mungkin biayanya puluhan, bahkan ratusan miliar. Dan belum tentu ada operator penerbangan yang mau terbang dari luar negeri ke Kaltim. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada Sriwijaya. Mudah-mudahan setelah ini banyak maskapai yang mengekor Sriwijaya,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Sumber : Kemenpar