INDUSTRY.co.id - Jakarta - Tren gerak menguat pasangan mata uang EURUSD pada Kamis ini merupakan angka tertinggi dalam bulan Maret ini. Posisi pergerakan mata uang Euro sebesar 1,7% pada pekan ini terhadap Dollar AS.
"Kenaikan mata uang Euro cenderung menyerap sentimen pertemuan antara Rusia dan Ukraina yang diadakan di Istanbul pada Selasa lalu. Pihak Rusia menuntut membahas nasib wilayah Donbas Tenggara untuk diserahkan kepada separatis," kata Girta Yoga, Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) yang dikutip INDUSTRY.co.id, Kamis (31/3/2022).
Selain itu untuk membangun kepercayaan kepada Ukraina, pihak Rusia mengatakan akan membatasi operasi militer di dekat ibukota Ukraina Kyiv dan Cheriniv. Di sisi lain, tingkat inflasi Jerman diperkirakan menjadi 7,3% tertinggi dari empat dekade.
Melonjaknya tingkat inflasi di Eropa membuat Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikan tingkat suku bunga untuk menekan angka inflasi yang tinggi, sehingga sentimen pelaku pasar menilai keadaan ini untuk membeli produk keuangan dengan imbal hasil sehingga harga EURUSD melesat.
Dari sisi USD, Dolar AS menghadapi tekanan jual yang berat karena perkembangan terbaru dalam konflik Rusia-Ukraina. Pasar AS menyerap redamnya konflik antara Rusia dan Ukraina sehingga memicu reli resiko.
Harga relatif meningkat pergerakan EURUSD berada di atas zona support di areal 1,1010 dan resistance terdekat di areal 1,1200 Support terjauhnya berada di areal 1,0846 hingga ke area 1,0705. Sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal 1,1309 hingga ke area. 1,1477.
GBPUSD – Pada perdagangan pagi ini mengalami penurunan ke zona 1,3131, pergerakan sedang mengalami penurunan harga disebabkan oleh tekanan jual akibat komentar Bank of England. Gubernur BOE Andrew Bailey mengatakan situasi mengenai keputusan suku bunga Mei sangat fluktuatif akibat dari guncangan pada ekonomi Inggris. Support terdekatnya berada di areal 1.2976 dan resistancenya berada di areal 1,3307
AUDUSD – Kebal terhadap pergerakan USD yang mengalami tekanan, sementara AUDUSD gagal bergerak menguat dan masih berkonsolidasi di zona 0.75080. Koreksi yang terjadi pada USD sedikit banyak terpengaruh oleh rilis data AS semalam yang sesuai perkiraan, sementara Dolar Australia masih mengamati pergerakan harga komoditas dunia yang ikut terpengaruh oleh de-eskalasi di Rusia dan Ukraina. Support terdekatnya berada di areal 0,74700 dan resistancenya berada di areal 0,75600.
NZDUSD – Relatif konsisten dengan gerak USD yang tertekan, harga NZDUSD juga menunjukan gerak naik terpengaruh oleh koreksi dari USD. Support terdekatnya berada di areal 0,69300 dengan resistance terdekatnya berada di areal 0,70000.
USDJPY – Juga mengikuti gerak USD yang terkoreksi, gerak harga USDJPY mengalami tekanan dan diperdagangkan di zona 122.000. Sentimen perdagangan terpengaruh oleh pasar yang menyerap berbeda ketika BoJ memutuskan untuk melakukan pembelian obligasi namun berdampak memperkuat gerak mata uang JPY terhadap USD. Untuk sementara ini, support terdekatnya berada di areal 121,500 dengan resistance terdekatnya di areal 122,900.
USDCHF – Dibandingkan mata uang lain, kinerja USDCHF terlihat terdampak besar dari kinerja USD. Untuk sementara ini, yakni di tengah tekanan yang masih dominan, resistance terdekatnya berada di areal 0,92500 dan supportnya berada di areal 0,92000.
USDCAD – Harga berkonsolidasi naik walaupun kinerja USD yang tertekan, pelemahan Dolar Kanada menjadi efek utama kenaikan pasangan USDCAD. Pelemahan tersebut disebabkan oleh harga minyak yang terkoreksi dan kembali mendekati zona USD100/barel karena efek sedikit mendinginnya isu Ukraina dan Rusia. Support terdekatnya berada di areal 1,24500 dengan resistance terdekatnya berada di areal 1,25400.