INDUSTRY.co.id - Jakarta - Surakarta menyambut delegasi G20 dan para naratetama (VVIP) yang mengikuti pertemuan pertama TIIWG pada 29-31 Maret 2022. Sebanyak 41 delegasi dari negara-negara anggota G20 serta organisasi-organisasi internasional dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. 

Para delegasi akan bersidang membahas isu-isu prioritas TIIWG G20 serta mengikuti sejumlah agenda budaya yang telah dipersiapkan oleh Kementerian Perindustrian sebagai penyelenggara, didukung oleh Pemerintah Kota Solo serta Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Pada hari pertama, para tamu dibawa mengunjungi de Tjolomadoe, monumen bersejarah yang merupakan bekas pabrik gula di tahun 1930-an. 

“Kunjungan ke bekas salah satu pabrik gula terbesar ini diharapkan dapat menguatkan semangat berinovasi untuk bangkit dan pulih bersama, menjalani babak baru yang penuh harapan,” papar Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Eko S.A. Cahyanto, Selasa (29/3/2022).

Sebelumnya, peserta mengunjungi Sustainable Furniture Exhibition yang ditampilkan di lokasi pertemuan, Hotel Alila Solo. 

“Kami menampilkan industri furnitur kepada para delegasi sebagai salah satu contoh komitmen dalam menjaga industri agar berkelanjutan. Apabila sustainability aspect dalam industri tidak diterapkan, banyak industri yang tidak dapat bertahan,” Eko menegaskan.

Pertemuan pertama TIIWG G20 menorehkan sejarah baru karena untuk pertama kalinya isu industri secara resmi didiskusikan sebagai salah satu isu utama di G20, bersama isu perdagangan dan investasi.

Dalam pertemuan tersebut, akan dibahas tiga dari enam isu utama dalam TIIWG, yakni Peran Sistem Perdagangan Multilateral untuk akselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), perdagangan digital dan rantai nilai global berkelanjutan (Sustainable Global Value Chain/GVCs) yang berkelanjutan, serta industrialisasi inklusif yang berkelanjutan melalui Industri 4.0.