INDUSTRY.co.id - Jakarta, Penerapan otomatisasi dan teknologi robotic telah membawa banyak perubahan pada industri-industri dalam kehidupan nyata. bahkan teknologi otomatisasi dan robotic telah terintegrasi dalam perekonomian global.
Kepala Program Studi Otomotif dan Teknik Robotik BINUS ASO School of Engineering, sofyan Tan mengatakan, industri-industri saat telah mengoperasikan mesin baik semi otomasi maupun otomasi sepenuhnya.
"kondisi saat ini banyak inovasi otomatisasi dan teknologi robotik yang menggeser cara industri bekerja," ungkap Sofyan Tan saat dihubungi INDUSTRY.co.id di Jakarta (14/6/2017).
Ia menambahkan, Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi terbesar diantara negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) lainnya, sekaligus sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-16 di dunia, perlu memandang serius perkembangan teknologi otomatisasi yang saat ini tengah mengalami lompatan ke arah robotisasi. Hal ini ditandai dengan semakin cerdasnya mesin meniru kemampuan manusia.
"Tujuannya tidak lain agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, namun juga menjadi pemain di dunia global," terangnya.
Khusus pada bidang otomotif, lanjut Sofyan, kita telah dapat melihat bagaimana kendaraan sedang mengalami revolusi dari performa menjadi kecerdasan. Kemampuan yang sebelumnya hanya ada di film fiksi ilmiah kini menjadi nyata di depan mata.
Kendala bahasa yang tadinya dihadapi oleh mesin sudah mulai dapat diatasi oleh berbagai aplikasi pengenalan ucapan yang semakin fasih. Industri manufaktur pun tidak dapat lepas dari kecenderungan untuk tetap kompetitif, dimana berbagai mesin dengan fitur cerdas muncul untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan qualitas serta produktivitas.
"Oleh karena itu, tidak ada yang lebih penting dari pada menyiapkan sumber daya manusia lokal, dengan penguasaan teknologi otomatisasi yang tepat bagi kebutuhan di Indonesia.” pungkasnya.