INDUSTRY.co.id - Lampung - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara konsisten mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dengan mengangkat beragam potensi kekayaan dana kemampuan industri dalam negeri, termasuk sektor industri kecil dan menengah (IKM).

Advertisement

Bertindak sebagai manager movement Bangga Buatan Indonesia, pada tahun ini Kemenperin menggandeng Pemerintah Provinsi Lampung dengan mengusung tema Lagawi Fest 2022. 

"Tahun ini Gernas BBI akan fokus bagaimana menggali produk IKM lokal yang artisan, supaya kita lebih tingkatkan lagi kelasnya," kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita seusai Kick Off Gernas BBI Lagawi Fest 2022 di Lampung, Kamis (17/3).

Advertisement

Akan tetapi, tambah Dirjen IKMA, pihaknya memiliki beberapa kriteria yang akan menjadi fokus pada gelaran Gernas BBI tahun ini. Bukan hanya sekedar jumlah IKM nya saja yang onboarding, tetapi juga penjualannya. "Kalau tahun lalu kita hanya menargetkan 30 juta IKM yang onboarding, tahun ini kita juga mengejar dari segi peningkatan omzetnya," jelas Reni.

Dalam hal ini, jelasnya, Kemenperin tidak bisa berjalan sendiri, perlu kolaborasi dengan berbagai pihak salah satunya Pemerintah Daerah (Pemda). "Tahun ini, kami lebih aktif mengajak Pemda bagaimana mencapai tingkat penjualan yang lebih baik lagi," terangnya.

Advertisement

Adapun strategi Kemenperin untuk meningkatkan penjualan antara lain, pertama, menggandeng seluruh pihak yang memang sudah mumpuni untuk onboarding, termasuk di dalamnya juga peran dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kedua yaitu dengan melalakukan pendampingan. 

Strategi ketiga adalah dengan melengkapi sertifikat yang menempel di seluruh produk-produk IKM. "Ini juga menjadi penting dalam membantu meningkatkan penjualan. Dengan adanya sertifikasi ini konsumen akan lebih yakin," tutur Reni.

Advertisement

Kemudian yang terakhir adalah bagaimana menjaga keberlangsungan usahanya dan mengembangkan program yang berkelanjutan. "Jangan yang sudah baik, sudah dilatih, menggandeng marketplace tiba-tiba kita evaluasi tahun ini sudah tidak terdengar, itu kan tidak bagus," katanya.

Lebih lanjut, Reni mengungkapkan, pihaknya mencatat adanya peningkatan penjualan terhadap IKM yang telah mendapatkan pendampingan dari Kemenperin pada gelaran Gernas BBI tahun lalu. Adapun nilainya mencapai Rp400 miliar. "Kalau tidak salah, kemarin itu tercatat peningkatan penjualan hingga mencapai Rp400 miliar," papar Reni.

Selain itu, pihaknya juga turut memfasilitasi berbagai pameran untuk IKM unggulan yang telah mendapatkan pendampingan. "Kita tidak hanya berhenti onboarding saja, kami juga memfasilitasi pameran bagi IKM, karena bagaimanapun masyarakat masih ingin melihat secara fisik. Nah itu, dengan adanya program terintegrasi juga dapat meningkatkan omzet," tutup Reni.