INDUSTRY.co.id - Bertepatan dengan Hari Kopi Nasional Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno ke Stasiun Kopi Solo Balapan yang hanya berjarak 150 m dari pintu keluar stasiun. 

Advertisement

"Hari ini, bertepatan dengan Hari Kopi Nasional, kita hadir di Stasiun Kopi Balapan, kita harapkan kopi bisa diandalkan sebagai salah satu komoditas ekspor uang, bisa mendatangkan devisa dan mendatangkan lapangan kerja seluas-luasnya," ujar Sandiaga melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Untuk menuju ke coffee shop ini, hanya perlu berjalan sekitar 5 menit ke arah timur dari pintu keluar stasiun Solo Balapan. Lokasinya persis di tepi jalan, tepatnya di Jalan Monginsidi No.77 Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. 

Advertisement

Dalam kunjungannya Sandiaga Uno mengapresiasi konsep ekonomi berbasis kolaborasi ala Stasiun Kopi Balapan di Solo, Jawa Tengah, yang telah membuka lapangan kerja sehingga turut membangkitkan ekonomi nasional. 

Menparekraf menyampaikan bahwa Stasiun Kopi Balapan ini memiliki pola tatanan ekonomi baru, yakni ekonomi berbasis kolaborasi. 

Advertisement

“Ekonomi baru adalah ekonomi berbasis kolaborasi. Asetnya milik Kereta Api Indonesia, namun atas inisiatif dengan pemerintah Kota Surakarta dihadirkanlah hal yang juga bisa membuat destinasi wisata kuliner yang mengangkat produk-produk terbaik nusantara dan diolah oleh Pak Santoso sebagai pengusaha sekaligus Owner Stasiun Kopi Balapan,” kata Sandiaga.

Terlebih Indonesia diyakininya berpotensi besar menjadi episentrum kopi dunia yang membuka peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat.

Advertisement

Sementara itu, Owner Stasiun Kopi Balapan, Santoso, menyampaikan dengan hadirnya Stasiun Kopi Balapan bisa turut mendatangkan wisatawan untuk berkunjung ke Surakarta. 

“Kopi ini hampir di setiap daerah Indonesia pasti ada kopi dan selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Saya berharap Stasiun Kopi Balapan ini juga bisa jadi daya tarik dan pemikat wisatawan untuk berkunjung ke Surakarta,” tutur Santoso.