INDUSTRY.co.id, Jakarta - Perkembangan hotel selama musim lebaran tahun 2017 diperkirakan stagnan seperti tahun lalu, hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani.
"Kalau lebaran kan musiman, jika melihat dari waktu ke waktu, dikarenakan saat ini jumlah kamarnya bertambah, jadi relatif kenaikannya engga begitu siginfikan, mungkin kalau tahun sebelumnya, tahun 2014 bisa terasa okupansi bisa capai 100 persen di Hari Raya, kalau sekarang mungkin 90 persen," ujar Hariyadi, saat acara Buka Puasa Bersama APINDO & PHRI, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (12/6/2017)
Menurut Hariyadi, penyebab turunnya okupansi hotel dikarenakan adanya pemangkasan budget akomodasi oleh pemerintah.
"Hotel tahun ini, pertumbuhannya boleh dibilang dari segi okupansi mungkin agak stagnan, karena jumlah supply kamarnya lebih banyak, tapi dari segi tamunya menurun, karena, dari pihak pemerintah ada pemangkasan budget untuk akomodasi. Jadi, itu pengaruh. Bisa dibilang tahun ini tidak ada pertumbuhan, hampir seluruh wiliyah jakarta ataupun daerah," sambung Dia.
Kalaupun ada pertumbuhan, relatif hanya beberapa hotel saja, mungkin kalau tumbuh tidak jauh dari lima persen karena memang situasinya over, dalam arti jumlah kamarnya banyak, tapi tamunya relatif tidak nambah, dan itu berlaku pada hotel budget, ungkap Dia kepada Industry.co.id.
"Untuk mendorong tingkat okupansi hotel hingga mencapai 100 persen saat ini cukup sulit mengingat pertumbuhan ekonomi yang belum stabil dan daya beli masyarakat yang belum begitu kuat," sambungnya.
Pada hari biasa, Hariyadi menjelaskan, rata-rata okupansi hotel secara nasional hanya mencapai 50 persen hingga 55 persen. Hal itu tak menjadi kabar baik bagi pelaku industri perhotelan.
"Yang bagus di atas 60 persen," tambahnya
Ia mengungkapkan ada saat musim Lebaran, persaingan antar hotel semakin ketat. Pertumbuhan kamar hotel setiap tahun sudah mencapai 530 ribu unit kamar baik hotel berbintang maupun nonbintang di seluruh Indonesia.
"Makanya nanti bagaimana caranya untuk meningkatkan demandnya dengan cara PHRI bersama pelaku industri pariwisata tahun depan akan membuat program Visit Wonderful Indonesia," pungkasnya, Hariyadi Sukamdani.