INDUSTRY.co.id, Jakarta-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berupaya beradaptasi dan mengembangkan pendidikan di era pandemi Covid-19. Salah satu upayanya ialah mengembangkan Platform Merdeka Mengajar yang baru saja diluncurkannya.
Platform Merdeka Mengajar merupakan platform edukasi yang dapat menjadi teman penggerak untuk guru dalam mewujudkan Pelajar Pancasila. Intinya dalam Platform Merdeka Mengajar ini ada tiga fungsi, yaitu membantu guru untuk mengajar, belajar, dan berkarya.
Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Praptono mengatakan, pelajar pancasila dipersiapkan sebagai bekal para siswa dalam menghadapi situasi dan tantangan era digital yang serba cepat dan dinamis.
"Dari berbagai macam kajian di era perubahan yang cepat. anak-anak kita butuh tiga kompetensi fundamental yaitu kompetensi literasi, numerasi dan karakter. Maka sebagai titik acuan pak Menteri sudah tetapkan tujuan dari proses pendidikan yang kita lakukan adalah dalam rangka mewujudkan profil pelajar pancasila yang menampilkan enam karakter unggul," ujarnya dalam webinar pendidikan yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Jakarta, Jumat (11/2/2022).
Adapun enam karakter unggul pelajar pancasila ialah beriman, mandiri, bernalar kritis, berkebinekaan global, bergotong royong, dan kreatif.
Namun, lanjut Praptono, untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sinergi dan kerja sama dari semua pihak. "Saya mengapresiasi dan menyambut baik kalau ada pihak-pihak yang peduli di dunia pendidikan. Kita membuka kesempatan untuk lembaga-lembaga lain terlibat seperti dalam pembiayaan, bidang kajian, pengembangan modul, pendampingan-pendampingan program ini," tukasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pejabat Sementara VP CSR & SMEPP PT Pertamina (persero), Dian Hapsari Firasati mengatakan, pendidikan merupakan salah satu fokus program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilakukan Pertamina selama ini.
Menurutnya, Pertamina mempunyai empat program TJSL yaitu Pertamina Hijau, Pertamina Sehat, Pertamina Cerdas dan Pertamina Berdikari. Dalam pelaksanaan empat program ini, pihaknya berpegang pada pilar-pilar tujuan pembangunan berkelanjutan.
"Dalam program TJSL bidang pendidikan ada program unggulan kami yaitu Sahabat Disabilitas Pertamina, kenapa? karena kami melihat di beberapa wilayah ring satu kami terdapat teman-teman disabilitas yang bisa diberdayakan dan mereka sangat berpotensial," jelasnya.
Senada, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus perseroan dalam program TJSL. Menurutnya, pendidikan dan SDM merupakan hal paling penting dalam sebuah organisasi, pemerintahan maupun korporasi.
"Kegiatan korporasi ada lima hal yang sangat menentukan. Pertama adalah manusia; kedua, manusia; ketiga, manusia; keempat baru program, dan kelima pendanaan. Jadi betapa pentingnya manusia atau SDM ini. dan untuk mendapatkan SDM tentunya dengan pendidikan berkualitas. Kami terpanggil mningkatkan pendidikan berkualitas," paparnya.
Dia menjelaskan, salah TJSL Petrokimia Gresik di bidang pendidikan ialah Beasiswa Petrokimia Gresik (Bestro) yang sudah dilakukan sejak 10 tahun lalu. "Tujuannya mendukung pengembangan SDM warga sekitar untuk menempuh pendidikan tinggi dan saat ini sangat dibutuhkan karena banyak masyarakat yang terdampak pandemi
TJSL kedua yakni mengembangkan Digital Learning Center. Dengan adanya Digital Learning Center, mahasiswa magang - tidak perlu datang ke pabrik untuk melakukan praktik kerja Industri, karena mereka bisa mendapatkan pengalaman magang yang riil melalui fasilitas Digital Learning Center Petrokimia Gresik yang memiliki 4 platform. Kedua hal diatas merupakan dukungan Petrokimia Gresik kepada pemerintah dalam mencetak SDM unggul.
"Ini adalah fasilitas kami yang memindahkan aktivitas pabrik dari dunia nyata ke dunia maya. Untuk bisa lakukan job training terkait kegiatan pabrik harus tahu medan, orientasi, baru masuk pabrik dan seterusnya. dan lewat ini kami ringkas ada virtual reality training yang bisa digunakan siapapun yang melakukan pelatihan di tempat kami," tutupnya.
Senada, GM Corporate Relation PT Wijaya Karya (Persero) Achmad Harris Ary Soekamto menuturkan, pendidikan merupakan amanah di aman dalam UUD 1945 pasal 31 disebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Untuk itu, program TJSL BUMN diarahkan untuk fokus pada program pendidikan, lingkungan dan UMKM.
"Bagaimana di WIKA sendiri? Kami secara inline mengacu pada 4 pilar. Untuk pendidikan ada wika pintar. pilar berikutnya ada wika sehat, wika peduli dan wika hijau. Wika pintar yang sudah dilaksanakan dalam mningkatkan kualitas pendidikan contohnya pojok baca di seluruh Indonesia. Kemudian kami ada beasiswa tingkat SD, SMP sampai perguruan tinggi. Terkait pandemi, kita berinisiatif adakan program digital school dengan mmberikan internet gratis kepada sekolah-sekolah," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Artha Graha Peduli Heka Hertanto membeberkan upaya artha graha peduli dalam mewujudkan inklusivitas dan kualitas pendidikan di indonesia, dimana untuk mewujudkan itu Artha Graha Peduli mengacu pada lima pilar kepedulian.
"Lima pilar kepedulian itu meliputi komitmen menjaga lingkukan hidup, komitmen selalu siap menghadapi kebencanaan, komitmen untuk peduli pada masalah sosial, komitmen untuk mmbantu masyarakat dalam mengatasi masalah mereka sendiri dan komitmen memperoleh ksetaraan hak dalam hidup," tukasnya.