INDUSTRY.co.id - Jakarta, Mantan Presiden RI ke-enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali memamerkan sebuah lukisan hasil karyanya melalui jejaring sosial media miliknya.
Menurutnya, lukisan yang tampak seperti sebuah pohon patah tersebut terinspirasi dari kisah perjalanan karir militer SBY.
Lukisan kanvas berukuran 120 x 80 cm itu menggambarkan sebuah pohon unik yang dijumpai beliau ketika melakukan kegiatan mendaki beberapa puluh tahun silam bersama prajurit dimana dirinya saat itu menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang I Kostrad.
"Hampir 30 tahun yang lalu, tepatnya akhir Desember 1993, bersama sejumlah prajurit, saya melakukan kegiatan mendaki gunung (“mountain climbing”). Waktu itu saya berpangkat kolonel dan menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang I Kostrad," kata SBY seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari akun Facebook miliknya, Minggu (6/2/2022).
Diceritakan SBY lebih lanjut, pendakian gunung yang ditempuh selama 8 jam tersebut disertai cuaca yang tak bersahabat kala itu menyadarkan dirinya bahwa kita sebagai makhluk lemah ciptaan-Nya, tidak ada daya dan upaya tanpa kuasa-nya.
"Pendakian gunung kami tempuh selama 8 jam. Cuaca sangat buruk. Hampir sepanjang perjalanan, kami disambut dengan hujan badai serta gemuruh petir. Di situ kami banyak belajar dari alam ciptaan Tuhan. Kami menyadari, manusia itu benar-benar lemah di hadapan Tuhan dengan segala ciptaan-Nya," sambungnya.
Menurutnya, di waktu keadaan cuaca mulai membaik saat itulah Ia dan beserta sejumlah prajurit lainnya menjumpai sebuah pohon unik dan langka yang berada pada posisi ketinggian.
Kemudian ketika badai petir telah reda, Ia dan rombongan menjumpai sebuah pohon yang batangnya patah namun tidak jatuh. Pohon itu terletak di sebuah tebing, di atas jurang yang dalam.
"Saya sempat berhenti menyaksikan pohon yang langka seperti itu. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya bahwa pohon yang unik tersebut memiliki makna," ujarnya.
"Secara spontan saya berkata, pohon tersebut tidak jatuh karena memiliki akar yang kuat dan tertanam dalam di tanah yang keras. Apalagi pohon tersebut tumbuh di antara batu-batuan. Seperti halnya alang-alang yang tumbuh di tanah yang keras dan gersang akan sulit dicabut, tidak seperti perdu yang tumbuh di tanah yang lunak dan gembur. Kehidupan manusia pun demikian," sambung SBY.
Menurut SBY, pohon yang unik tersebut ada kaitannya dengan seorang pemimpin. Meskipun menghadapi tantangan dan guncangan yang amat berat, seorang pemimpin akan tetap bertahan dan tidak mudah jatuh jika mendapatkan dukungan yang kuat dari yang dipimpinnya.
Lebih lanjut SBY menuturkan bahwa awal mula lukisan pohon unik terinspirasi ketika dirinya mencari berbagai sumber untuk inspirasi kegiatan melukis yang belakangan ini menjadi hobby dirinya selain menyaksikan pertandingan Club bola Volly miliknya.
"Beberapa waktu yang lalu, ketika saya “browsing” foto-foto dari sumber terbuka untuk mencari inspirasi dalam kegiatan melukis saya, tiba-tiba ada foto yang menggambarkan pohon unik yang saya lihat sekian puluh tahun yang lalu itu. Saya sungguh tertarik melihatnya dan segera saya lukis di atas kanvas berukuran 120 x 80 cm. Alhamdulillah, lukisan itu telah saya rampungkan," ujarnya.
Diakhir unggahannya, SBY menyampaikan bahwa segala sesuatunya sudah ditentukan oleh Yang Maha kuasa, tiada yang tak mungkin bagi-Nya, dan semua berjalan dengan ketentuan-Nya.