INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga emas melanjutkan kenaikan ke level USD 1807,31 per troy ons. Harga emas terus mengalami kenaikan seiring dengan melemahnya dollar AS menyusul rilis laporan ketenagakerjaan AS. Index dollar AS terpantau turun meninggalkan level USD96.
"Laporan ketenagakerjaan yang mengecewakan disebut membuat The Fed kemungkinan tidak terlalu agresif dalam melakukan pengetatan kebijakan moneter mengingat masih adanya tekanan di pasar tenaga kerja," kata Revandra Aritama, Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) yang dikutip INDUSTRY.co.id, Kamis (3/2/2022).
Harga emas melanjutkan kenaikan setelah turun cukup dalam setelah pengumuman hasil rapat the Fed. Laporan ketenagakerjaan yang dirilis APD memberikan tekanan pada mata uang Dollar AS.
Pada bulan Januari disebut terdapat penurunan hingga 301.000 lapangan pekerjaan di sektor swasta Amerika Serikat. Hal ini memberikan tekanan kepada index USD dan yield obligasi Amerika Serikat yang terpantau turun.
Sebagai aset yang dihargai dalam dollar AS, melemahnya nilai Dollar membuat emas menjadi lebih murah dalam mata uang lain, sehingga terjadi peningkatan permintaan terhadap emas. Meningkatnya permintaan terhadap suatu komoditas akan mengerek harga komoditas tersebut.
Harga emas naik dengan support saat ini beralih ke areal USD1790 dan resistance terdekat berada di areal USD1819. Support terjauhnya berada di areal USD1782 hingga ke areal USD1768, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal USD1827 hingga ke areal USD1834.