INDUSTRY co.id - Jakarta - Harga minyak mentah relatif bergerak stabil dan kesulitan keluar dari zona konsolidasi pada areal puncaknya.

Konsolidasi pada harga minyak yang terus terjadi terlihat menantikan perkembangan isu-isu geopolitik, seperti tensi di Eropa Timur serta di wilayah Timur Tengah.

" Harga minyak mentah sedikit dibatasi oleh pernyataan dari Menteri Iran yang menyebutkan bahwa Iran siap kembali ke pasar minyak secepatnya," kata Girta Yoga, Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) yang dikutip INDUSTRY.co.id, Kamis (3/2/2022).

Dari sisi pertemuan OPEC+, tidak ada isu baru yang dikeluarkan, dengan hanya mempertahankan kebijakan kenaikan produksi secara moderat, yakni sebesar 400.000 barel per hari di tengah tingginya desakan pasar untuk menaikan pasokan dengan cepat.

Berdasarkan sejumlah analis, OPEC akan melakukan kenaikan produksi apabila harga minyak mencapai lebih dari USD100/barel. Dari sisi data dan mendukung posisi harga minyak mentah, EIA merilis data cadangan minyak mentah yang turun sekitar 1 juta barel. 

Harga relatif masih bertahan di zona naiknya, dengan support penting terdekat yang perlu diperhatikan masih berada di areal USD86,00 dan resistance terdekatnya masih berada di areal USD89,00. 

Support terjauhnya berada di areal USD85,10 hingga ke zona USD84,00. Sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal USD90,00 hingga ke areal USD92,40.