INDUSTRY.co.id - Jakarta - Director of PT Kurikulum Saham Indonesia Alex Sukandar menjelaskan beberapa sektor yang mengalami kenaikan awal tahun ini. Sektor energi mengalami upside 13% dan pada 2021 naik 49%.
Sektor transportasi naik 5,7% dan pada 2021 54%. Sektor finansial kenaikannya 2,61% dan tahun lalu 6,64%, Untuk sektor Kesehatan naik 1,36% sedangkan sepanjang 2021 naik 5,83%.
Di sisi lain Alex mengingatkan ada support yang krusial untuk IHSG yaitu di level 6.449 sebagai divergen yang harus diwaspadai. Adapun untuk level resistensi dia menyebut di area sideways 6.750. Dan level tersebut menurutnya harus mendapat perhatian dari investor.
“Kalau level 6.449 ini jebol ada kemungkinan divergen terkonfirmasi. Dan itu tidak perlu ditakuti kita perlu melakukan paper asset diversification bisa ke reksadana, deposito atau forex komoditas,” kata Alex dalam Investment Talk yang diselenggarakan D'ORIGIN Financial& Business Advisory bekerja sama dengan IGICO Advisory yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (31/1/2022)..
Sementara itu, dalam acara tersebut Arwani Pranajaya, Member of Haircut Committee KPEI mengingatkan agar investor ritel lebih cermat dan berhati-hati memilih instrumen investasi ketika memecah risiko seperti melakukan paper asset diversification.
Dengan semakin banyak produk investasi di pasar salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada lembaga atau perusahaan pengelolan investasi masyarakat.
“Intinya ini berujung pada bagaimana meningkatkan literasi keuangan masyarakat kita. Tentunya acara ini juga saya yakin diadakan pun tak lepas dari tujuan baik tersebut untuk peningkatan literasi keuangan kita,” ujarnya.
Hal tersebut bukan tanpa alasan. Arwani mengungkapkan bahwa inklusi keuangan terus meningkat. Dia menyebut angka nasabah ritel selalu menunjukan peningkatan cukup signifikan dari tahun ketahun setidaknya sejak 2015. Hal itu perlu dibarengi dengan literasi agar masyarakat tidak salah jalan.