INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengungkapkan ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh HKI saat ini.

Tantangan tersebut diantaranya adalah persaingan yang semakin ketat dengan Kawasan-Kawasan Industri di Luar Negeri.

"Untuk itu perlu sinergi antara Pengelola Kawasan Industri dengan Pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan dalam pengembangan Kawasan Industri," kata Sanny dalam Dialog Nasional HKI dengan tema “Strategi Meningkatkan Daya Saing Kawasan Industri Indonesia” di Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Beberapa kendala yang masih dirasakan HKI sampai saat ini, menurut Sanny antara lain adalah tantangan dibidang Infrastruktur, Bidang Pertanahan serta Bidang Perizinan.

Dibidang Infrastruktur, menurut Sanny, HKI membutuhkan jaminan kepastian pasokan air baku untuk Kawasan Industri dan perpanjangan Surat Izin Pengambilan Air (SIPA) yang cukup diberlakukan 1 X untuk seterusnya. 

"Hal ini mengingat kebutuhan air bagi kegiatan industri merupakan hal yang sangat mendasar," kata Sanny.

Selanjutnya, HKI juga menginginkan kepastian harga Gas dengan nilai USD 6/MMBTU untuk semua industri yang ada didalam Kawasan Industri termasuk untuk utilitas Kawasan Industri.

"Kemudian, kemudahan perizinan pembangunan ketenagalistrikan didalam Kawasan Industri serta Akses jalan dari Jalan Tol maupun jalan utama masih banyak kendala belum terealisasi," kata Sanny.

Kemudian dibidang Pertanahan, HKI memerlukan adanya jaminan pemberian Hak Atas Tanah untuk 80 tahun. Lalu proses pembuatan sertifikat di Kawasan Industri yang lebih mudah dan cepat. "Karena telah memiliki masterplan," imbuhnya.

HKI juga menginginkan proses perpanjangan HGB rincikan yang singkat karena mengikuti jangka waktu HGB Induk serta Pembatasan Izin Lokasi 400 hektar untuk Kawasan Industri agar dihapus.

Yang terakhir dibidang Perizinan, walaupun sudah ada sistem OSS, menurut Sanny, masalah perizinan masih menjadi kendala dilapangan khususnya harmonisasi Peraturan daerah yang berkaitan dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan Recana Detail Tata Ruang (RDTR) Digital.