INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, akibat yang ditimbulkan konflik diplomasi Qatar akses keluar dan masuk langsung ke Negara tersebut ditutup oleh sejumlah negara Timur Tengah, baik darat, laut, maupun udara.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri kepada Presiden Jokowi di Istana kepresidenan. Dalam kesempatan itu, Menteri Retno juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan Menteri perdagangan untuk melakukan perhitungan terkait perkembangan ekspor Indonesia pasca Konflik Qatar.
“Saya berkoordinasi dengan Pak Mendag mengkalkulasi dari perkembangan hari ini terhadap ekspor Indonesia,” ungkap Menteri Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (8/6/2017).
Ia menambahkan, sekitar 43 ribu warga negara Indonesia di Qatar dipastikan dalam keadaan baik, Pemerintah juga telah membentuk satu satuan tugas untuk memberikan perlindungan kepada WNI di Qatar. "Konflik diplomatik di kawasan Timur Tengah ini tidak berdampak pada tenaga kerja Indonesia di Qatar," terangnya.
Retno melanjutkan, pihaknya akan terus berkoodinasi dengan sejumlah duta besar Indonesia di negara-negara terkait untuk membahas dampak lebih lanjut krisis Qatar terhadap Indonesia dari hari-kehari. "kami juga terus berkoordinasi dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk memastikan jemaah umrah Indonesia tetap ditangani dengan baik hingga kembali ke kampung halamannya," ucap Menlu
Permasalahan jemaah haji ini menjadi sorotan setelah Arab Saudi memutus hubungan, termasuk akses perhubungan, dengan Qatar pada awal pekan ini.
Seperti diketahui, Qatar dituding mendukung kelompok teroris yang berkaitan dengan Iran, musuh bebuyutan negara-negara kawasan. Namun, Qatar menampik tuduhan tersebut dan berharap sejumlah negara Teluk lainnya, seperti Kuwait, mau membantu menyelesaikan krisis diplomatik yang mereka alami.