INDUSTRY.co.id - Jakarta- Tokoh pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) yang juga mantan Pelapor Khusus untuk Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai situasi HAM Korea, Marzuki Darusman mengatakan dunia internasional sedang berupaya mendorong penyelesaian ketegangan terkait program nuklir Korea Utara (Korut).
"Dunia internasional sedang mencari jalan baru untuk keluar dari kemandekan dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa dalam rangka menyelesaikan masalah di Korea Utara yang semakin rumit," kata Marzuki di Jakarta, Rabu (7/6/2017)
Dia mengatakan Korea Utara berada pada posisi kekuatan yang sulit ditandingi apalagi dengan adanya pengembangan senjata nulkir.
"Roket-roket Korea Utara bisa sampai jarak terjangkau ke Ciamis (Jawa Barat) karena di situ ada pusat peluncuran satelit dan roket," tuturnya seperti dilansir Antara.
Dia mengatakan diperlukan suatu formula baru untuk keluar dari kemandekan yang ada, baik terkait ketegangan di Semenanjug Korea dan kebebasan Palestina dari pendudukan Israel.
"Dua kasus ini Korea Utara dan Palestina sekarang ini dalam kaitannya dengan praktek penindasan dari masyarakat tertentu di wilayah itu sudah dapat dikualifikasi mendekat pada apa yang didefinisikan sebagai pidana kemanusiaan," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia menekankan bahwa uji coba rudal Korea Utara pada Senin (13/2) bertentangan dengan kewajiban Korea Utara terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Resolusi 2270 tahun 2016 dan Resolusi 2331 tahun 2016.
Indonesia mendesak Korea Utara untuk memenuhi kewajiban internasionalnya, termasuk melaksanakan resolusi PBB.
Pemerintah Indonesia juga mengimbau semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat memunculkan ketegangan di kawasan.
"Indonesia juga mengimbau untuk segera diaktifkan kembali six party talks (pembicaraan enam pihak) guna memastikan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," ujar Arrmanatha.
Kantor berita resmi Korut di Pyongyang (KCNA) sebagaimana dikutip Reuters mengatakan pada Selasa (30/5) bahwa satu rudal balistik baru yang dikendalikan sistem panduan presisi telah diuji.
Selain itu, pemimpin Korut Kim Jong Un telah memerintahkan pengembangan senjata strategis yang lebih kuat.