Pemantauan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Gunakan Teknologi Digital

Oleh : Kormen Barus | Kamis, 06 Januari 2022 - 09:32 WIB

Ilustrasi KBM Tatap Muka (Photo by Magelang Ekspres)
Ilustrasi KBM Tatap Muka (Photo by Magelang Ekspres)

INDUSTRY.co.id, Jakarta, Kemendikbudristek --- Penyesuaian SKB Empat Menteri mengenai penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang diterbitkan pada 21 Desember 2021 mengatur tentang pemantauan pembelajaran tatap muka (PTM) dan perkembangan situasi pandemi Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi (Sesjen Kemendikbudristek), Suharti, mengatakan pemerintah mendorong satuan pendidikan untuk menggunakan teknologi digital agar bisa memantau perkembangan pandemi di masing-masing satuan pendidikan.

“Salah satu contohnya adalah diadakannya QR code di masing-masing sekolah untuk memantau adanya penyebaran virus di sekolah. Dengan menggunakan teknologi digital, akan mempercepat kita menindaklanjuti jika ditemukan kasus Covid-19,” kata Suharti  dalam Webinar Kesiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Tahun 2022, Senin, (3/1/2022).

Satuan pendidikan harus menggunakan teknologi untuk pemantauan dan evaluasi PTM terbatas yang terintegrasi data pokok pendidikan (DAPODIK) dan EMIS (sistem data informasi pendidikan dari Kementerian Agama) dengan PeduliLindungi.

Pemantauan tingkat kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 di satuan pendidikan juga harus terintegrasi dengan aplikasi Bersatu Lawan Covid kan. Selain itu, satuan pendidikan juga harus melakukan verifikasi nomor WhatsApp penanggung jawab satuan pendidikan pada laman https://sekolahaman.kemkes.go.id/ atau https://madrasahaman.kemkes.go.id/  dan memasang QR Code aplikasi PeduliLindungi di area masuk dan keluar satuan pendidikan.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan Menteri Agama yang ditetapkan pada 21 Desember 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, penggunaan teknologi untuk pemantauan dan evaluasi PTM terbatas dilakukan dengan tiga upaya.

Pertama, integrasi DAPODIK/EMIS dengan PeduliLindungi. Kedua, integrasi dengan aplikasi Bersatu Lawan Covid untuk pemantauan tingkat kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 di satuan pendidikan. Ketiga, evaluasi dan validasi PTM terbatas berdasarkan data daftar periksa, vaksin, kasus Covid-19, dan kepatuhan prokes.

 

Integrasi DAPODIK/EMIS dengan PeduliLindungi dilakukan dengan tiga bentuk, yaitu (1) notifikasi status kondisi sekolah melalui WhatsApp kepada penanggung jawab sekolah dan daerah (dinas pendidikan/ kantor wilayah/kantor Kemenag), (2) melihat status kondisi sekolah pada laman https://sekolahaman.kemkes.go.id/  dan https://madrasahaman.kemkes.go.id/  , dan (3) penggunaan QR Code PeduliLindungi untuk pengunjung dan tamu.

Sementara itu dalam webinar yang sama, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Jumeri, mengatakan, lima hal yang dipantau dalam pemantauan dan evaluasi PTM terbatas yaitu kesiapan PTM terbatas sesuai daftar periksa dari laporan sekolah; kasus suspek (gejala Covid-19) dan komorbid dari laporan sekolah dan Satgas Penanganan Covid-19 (PC19); tingkat kepatuhan institusi dan warga satuan pendidikan terhadap protokol kesehatan dari laporan sekolah dan satgas PC19; status vaksin warga satuan pendidikan yang terintegrasi dengan PeduliLindungi; dan kasus konfirmasi dan kontak erat Covid-19 yang terintegrasi dengan PeduliLindungi.

“Satuan pendidikan juga harus melakukan evaluasi dan validasi PTM berdasarkan data daftar periksa, vaksin, kasus Covid 19, dan kepatuhan prokes. Dan yang terakhir surveilans epidemiologi bagi satuan pendidikan yang sudah melaksanakan PTM terbatas,” ujar Jumeri. Surveilans Epidemiologi adalah kegiatan pengamatan secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan serta kondisi yang mempengaruhi risiko terjadinya penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Iklim Usaha dan Investasi Andi Rizaldi

Rabu, 25 Mei 2022 - 14:45 WIB

Luar Biasa! Kemenperin: Produk Penanganan Bencana Buatan Anak Bangsa Makin Mendunia

Sejumlah produk industri dalam negeri yang terkait dengan upaya pencegahan dan penanganan bencana, telah mampu bersaing dengan produk impor. Bahkan, cukup banyak juga yang sudah dipasarkan ke…

Pondok Pesantren Kyai Ageng Selo, Klaten melakukan panen buah melon inthanon yang merupakan hasil inkubasi dari ALEC

Rabu, 25 Mei 2022 - 14:35 WIB

Inkubasi Koperasi Besutan LPDB-KUMKM Terbukti Sukses Gerakan Ekonomi Pondok Pesantren

Inkubasi Koperasi yang dilakukan oleh inkubator mitra LPDB-KUMKM yakni Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq melalui Alif learning center (ALEC) selama tahun 2022, berhasil menginkubasi…

BCA Dukung Kegiatan Cahaya Bangka Belitung

Rabu, 25 Mei 2022 - 14:31 WIB

BCA Dukung Kegiatan Cahaya Bangka Belitung, Tingkatkan Potensi Gernas BBI

Mendukung program pemerintah dalam rangka meningkatkan potensi UMKM di Indonesia, BCA berpartisipasi dalam rangkaian Kegiatan Gernas BBI (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia), dimana kegiatan…

Gadis Mumbai, India Berusia 10 Tahun Puncaki Base Camp Gunung Everest (Foto: Twitter)

Rabu, 25 Mei 2022 - 14:30 WIB

Gadis Asal India Berusia 10 Tahun Ini Berhasil Puncaki Everest Base Camp

Rhythm Mamania, seorang skater juara berusia 10 tahun dari Worli, Mumbai, India telah menjadi salah satu pendaki gunung India termuda yang mencapai puncak Everest Base Camp (EBC) di Nepal.

 Siloam Hospitals Kupang Sediakan Cath Lab Kateterisasi Jantung

Rabu, 25 Mei 2022 - 14:25 WIB

Tingkatkan Layanan Siloam Hospitals Kupang Sediakan Cath Lab Kateterisasi Jantung

Siloam Hospitals Kupang yang terletak di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu rumah sakit rujukan bagi warga yang ingin mendapatkan layanan Kesehatan, termasuk penanganan penyakit…