Dinilai Terlalu Mahal, Ketum Kadin Rosan: Harga Vaksin Gotong Royong Sudah Sesuai Ekspektasi Pengusaha

Oleh : Ridwan | Rabu, 19 Mei 2021 - 16:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjawab adanya keluhan dari sejumlah kalangan hingga pengamat soal mahalnya harga vaksinasi gotong royong. 

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani menilai harga tersebut justru sudah sesuai ekspektasi pengusaha, bahkan relatif lebih rendah dari kemampuan sebagian pengusaha. 

Menurutnya, hal tersebut bisa dibuktikan dengan melihat latar belakang perusahaan yang telah mendaftarkan pekerjanya untuk mendapatkan vaksin. Dimana ada sejumlah UMKM yang cukup signifikan yang tercatat telah mendaftar. 

"Yang cukup membuat surprised terntaya UMKM melakukan registrasi juga, sekarang ada lebih dari 7 ribu UMKM yang mendaftar dari 22 ribu itu. Pegawainya ada yang hanya 3,5,10 sampai 20 orang," kata Rosan di Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan harga untuk tiap dosis vaksin gotong royong. Total biaya tiap orang yang mendapatkan dua dosis vaksin yakni Rp967.054. Biaya tersebut berasal dari harga per dosisi Sinopharm Rp321.660, tarif pelaksanaan Rp117.910, serta telah termasuk PPN 10 persen.

Rosan menegaskan bahwa penetapan harga tersebut dilakukan dengan melakukan survei terlebih dahulu terhadap kemampuan dunia usaha. Survei ini menurutnya mayoritas justru lebih banyak diikuti pengusaha di luar Kadin.

Hasilnya, kata Rosan, sebanyak 78 persen menyanggupi harga vaksin di kisaran Rp500 ribu per dosisnya. Sisanya menyanggupi di kisaran Rp1 juta sampai Rp2 juta.

Melihat hasil survei tersebut, ia berani berkesimpulan bahwa 100 persen pengusaha sanggup membayar dengan harga saat ini yang bahkan berada di bawah Rp500 ribu per dosis. Termasuk UMKM yang sebagian besar padahal masih terpuruk.

"Jadi harga ini sesuai dengan ekspektasi pengusaha, kalau di bawah Rp500 ribu ini saya berani bilang 100 persen. Karena 78 persen aja di range Rp500 ribu, sisanya bahkan lebih," tutup Rosan.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →