Menperin Agus Gumiwang Siapkan Gebrakan Besar! Porsi Ekspor Industri RI Bakal Naik Drastis hingga 30 Persen

Oleh : Ridwan | Selasa, 09 Juni 2026 - 11:42 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.idJakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyiapkan langkah besar untuk mengubah struktur industri manufaktur nasional agar lebih berorientasi ekspor. Dia menargetkan porsi ekspor produk manufaktur Indonesia meningkat dari sekitar 20 persen menjadi 30 persen, sementara porsi pasar domestik disesuaikan dari 80 persen menjadi 70 persen.

Dikatakan Menperin, strategi tersebut dilakukan untuk memperkuat daya saing industri nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global, sekaligus menjaga kecukupan pasokan bagi pasar dalam negeri.

Menurut Agus, pasar domestik selama ini menjadi fondasi utama pertumbuhan industri nasional. Namun, untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar, industri Indonesia perlu lebih agresif menembus pasar internasional.

"Targetnya, komposisi yang saat ini sekitar 20 persen ekspor dan 80 persen domestik dapat meningkat menjadi 30 persen ekspor dan 70 persen domestik, tanpa mengurangi kemampuan industri memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri," ujar Agus dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (8/6).

Optimisme pemerintah didukung oleh kinerja sektor industri yang terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen, sementara sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan sebesar 5,04 persen dan menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kontribusi industri pengolahan terhadap PDB nasional mencapai 19,07 persen atau senilai Rp1.179,62 triliun.

Tak hanya itu, sektor industri juga menjadi magnet investasi. Dari total investasi nasional sebesar Rp182,04 triliun pada triwulan I 2026, sektor industri pengolahan menyerap investasi hingga Rp36,49 triliun atau sekitar 20 persen dari total investasi nasional.

Di sektor perdagangan internasional, ekspor produk industri pengolahan pada periode Januari-April 2026 mencapai US$75,57 miliar atau berkontribusi sebesar 82,01 persen terhadap total ekspor nasional.

Agus menekankan bahwa penguatan ekspor tidak berarti mengorbankan kebutuhan pasar domestik. Pemerintah tetap menjaga keseimbangan dengan memperkuat instrumen perlindungan industri nasional, pengendalian impor secara terukur, serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal bagi pelaku usaha.

"Kami ingin industri Indonesia semakin kompetitif di pasar global, tetapi tetap menjadikan pasar domestik sebagai basis pertumbuhan yang kuat," katanya.

Selain mendorong ekspor, Kemenperin juga mengusulkan optimalisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) untuk memperkuat ketahanan industri nasional.

Menurut Agus, rekomendasi pemanfaatan LCS sebenarnya telah disampaikan Kemenperin sejak 2023 sebagai langkah mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi perdagangan internasional.

"Pemanfaatan Local Currency Settlement telah kami rekomendasikan sejak tahun 2023. Perluasan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional dapat mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi bagi pelaku industri nasional," ujarnya.

Ke depan, Kemenperin optimistis target pembangunan industri nasional dapat tercapai melalui berbagai program prioritas. Fokus pemerintah mencakup penguatan hilirisasi industri, pembangunan sumber daya manusia industri, transformasi menuju industri hijau, pengembangan industri kecil dan menengah (IKM), serta peningkatan produktivitas melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →