Luar Biasa Bikin Ngiler! Uang Makan Pekerja Pembangunan Ibu Kota Baru Capai Rp 7,5 Miliar per Hari

Oleh : Ridwan | Sabtu, 17 April 2021 - 10:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor, memperkirakan perputaran uang makan para pekerja pembangunan ibukota baru, dalam sehari bisa mencapai Rp 7,5 miliar.

Dijelaskan Isran, tahap pembangunan proyek ibukota baru ini akan memicu peningkatan pertumbuhan perekonomian daerah. Bahkan menurutnya, pembangunan ini diperkirakan bisa memberikan lapangan kerja hingga 150.000 orang.

"Sehari terjadi transaksi sekitar Rp 7,5 miliar. Itu baru makan-nya saja. Belum lagi jasa-jasa dan barang lainnya. Maka wajar keberadaan ibu kota baru sangat berpengaruh dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Isran Noor, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kaltim masih memberikan kontribusi paling besar di Kalimantan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2020 mencapai Rp 600 triliun lebih. Kontribusi itu akan makin tumbuh setelah adanya ibu kota baru.

"Ke depannya, ini membuat sebuah perspektif yang bagus dan pemerintah pusat sudah memiliki komitmen. Salah satu pemacu pertumbuhan ekonomi Kaltim adalah melanjutkan pembangunan ibu kota negara (IKN) yang baru," ujarnya.

Isran Noor menilai kehadiran IKN bisa meningkatkan kinerja perekonomian hingga tumbuh dua kali lipat, bahkan bisa mencapai 9-11 persen atau lebih tinggi dari rata-rata nasional.

"Dan itu besar sekali, karena memang tidak sedikit investasi dan transaksi di wilayah IKN. Juga momen-momen yang bisa kita kembangkan dan kaitkan dengan rencana strategis lainnya," tutur politisi partai Nasdem itu.

Ia juga memastikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan ibu kota baru di Kaltim akan dilakukan Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →