Wow Keren! Kemenhub Kaji Pengembangan Kereta Tanpa Rel di Jalur Puncak, Bogor

Oleh : Ridwan | Rabu, 30 Desember 2020 - 16:46 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perhubungan menyiapkan beberapa solusi untuk penangan macet yang terjadi di jalur Puncak . Mengingat, kemacetan di jalur puncak ini sudah sangat sering terjadi, khususnya ketika libur panjang maupun akhir pekan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, salah satu solusi yang akan dilakukan adalah dengan rencana pembuatan kereta autonomous rapid transit (ART). Jika ini bisa direalisasikan, maka akan menjadi kereta ART pertama yang ada di Indonesia.

Kereta ART sendiri agak sedikit berbeda dari transportasi berbasis rel biasanya. Kereta ini tidak berjalan di atas rel melainkan bisa berjalan di jalan raya karena menggunakan ban.

"Bahkan kita berpikir di awal membuat ART (autonomic rapid transit) satu kereta dengan menggunakan ban, bukan metal sehingga kapasitasnya besar," ujarnya dalam acara Webinar BPTJ (29/12/2020).

Sebenarnya, lanjut Menhub, secara jangka pendek pemerintah juga telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi permasalahan kemacetan yang ada di jalur puncak. Misalnya adalah dengan melakukan buka tutup jalur, hingga penerapan satu arah pada jam-jam tertentu yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek dan seluruh pemangku kepentingan juga polisi dan pemda berupaya melakukan rekayasa puncak, dengan uji coba 2-1. Itu semua jangka pendek," ujarnya.

Menhub menambahkan, permasalahan kemacetan di jalur puncak sendiri bukan perkara baru. Masalah itu sudah berlangsung sejak lama. 

Wajar saja, mengingat puncak menjadi salah satu destinasi wisata tujuan dari masyarakat. Bukan hanya masyarakat di wilayah Jabodetabek saja, tapi juga dari wisatawan mancanegara menyusul semakin banyaknya pembangunan hotel hingga restoran yang dilakukan.

"Secara holistik Puncak menjadi bagian Bogor, Sukabumi, Cianjur (Bobumjur) daerah yang harus diselesaikan secara alami tetap lestari tetapi bagaimana pengendalian puncak secara lebih menyeluruh," jelasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →