The Apurva Kempinski Bali Luncurkan Seeds of Change, Dukung Startup dan Mahasiswa Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
INDUSTRY.co.id - BALI - The Apurva Kempinski Bali kembali mempertegas komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan meluncurkan program inkubasi bertajuk Seeds of Change, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mendukung mahasiswa dan startup tahap awal dalam mengembangkan inovasi di bidang pariwisata berkelanjutan dan ekonomi hijau.
Program ini menjadi salah satu sorotan utama dalam gelaran Path to Sustainable Growth (PTSG) 2026, konferensi keberlanjutan tahunan yang akan digelar pada 24 Juni 2026 di Candi Ballroom, The Apurva Kempinski Bali.
Mengusung tema "Regenerate for the Future", konferensi tahun ini menandai transformasi dari sekadar forum diskusi menjadi platform aksi nyata yang menghasilkan dampak berkelanjutan.
General Manager The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet, mengatakan bahwa keberlanjutan hanya dapat tercapai melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan berbagai pihak.
"Ketika kita melakukan sesuatu yang benar, orang-orang akan mengikuti. Bukan soal menjadi pemimpin, tetapi bagaimana membawa lebih banyak pihak untuk berkolaborasi dan menciptakan dampak yang lebih besar," ujar Vincent dalam konferensi pers virtual, Selasa (9/6/2026).
Program Seeds of Change hadir sebagai program pendampingan dan inkubasi selama delapan minggu yang bertujuan menemukan, mengembangkan, dan mendanai talenta muda Indonesia yang memiliki gagasan inovatif di bidang keberlanjutan.
Program ini terbuka bagi mahasiswa maupun startup tahap awal dari berbagai sektor, tidak terbatas pada industri pariwisata dan perhotelan. Fokus utamanya adalah mencari solusi yang mampu menjawab tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi melalui pendekatan inovatif dan regeneratif.
PR & Marketing Manager The Apurva Kempinski Bali, Charles Octoriano, menjelaskan bahwa Seeds of Change dirancang untuk memperluas dampak Path to Sustainable Growth agar tidak berhenti pada konferensi satu hari saja.
"Jadi nanti tidak hanya selama satu hari summit, dimana para peserta akan kita ajak go through bersama semua panelist dan juga empat main pillars yang tentunya kita berharap bahwa orang yang datang mendapatkan sesuatu dan juga bisa menjadi agent of change dari POV sustainability," kata Charles.
Program ini pertama kali dibuka pada Mei 2026 melalui proses seleksi berupa pengiriman CV dan esai. Dari seluruh pendaftar, sebanyak 10 kandidat terbaik akan dipilih untuk mengikuti konferensi dan program inkubasi intensif yang berlangsung dari Juli hingga Agustus 2026.
Selama delapan pekan, peserta akan mendapatkan pendampingan dari mentor lintas sektor, mulai dari industri perhotelan, konsultan keberlanjutan, hingga sektor keuangan.
Mereka juga berkesempatan mempelajari langsung praktik keberlanjutan yang diterapkan The Apurva Kempinski Bali, seperti pengelolaan kebun atap, pengolahan limbah makanan, serta penerapan ekonomi sirkular.
Di akhir program, para peserta akan mempresentasikan rencana bisnis yang telah disempurnakan selama masa inkubasi. Dua tim terbaik akan memperoleh hibah pendanaan, dengan pemenang pertama menerima Rp50 juta dan pemenang kedua mendapatkan Rp20 juta.
Charles menegaskan bahwa tujuan besar program ini adalah menjadikan industri perhotelan sebagai salah satu penggerak utama dalam mencapai target karbon netral pada 2030.
"Kita ingin mengedukasi, kita bisa meng-influence, kita bisa menginspirasi tidak hanya industri hospitality, tapi terlebih orang-orang yang datang dari background non-hospitality," ujarnya.
Hal senada disampaikan Sustainability Consultant MVB, Alistair Speirs. Menurutnya, hotel memiliki posisi strategis untuk menyebarkan nilai-nilai keberlanjutan karena setiap hari berinteraksi dengan ribuan orang dari berbagai latar belakang.
"Hotel merupakan titik interaksi yang mempertemukan banyak orang. Jika prinsip keberlanjutan diterapkan dengan benar, dampaknya dapat menjangkau masyarakat lebih luas ketika mereka kembali ke komunitasnya masing-masing," kata Speirs.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Path to Sustainable Growth 2026 mengusung pendekatan regeneratif yang tidak hanya berfokus pada mempertahankan kondisi lingkungan, tetapi juga memperbaiki kerusakan yang telah terjadi.
Director of Hygiene, Safety and Sustainability The Apurva Kempinski Bali, Desak Intan, menjelaskan bahwa konsep regenerasi dipilih karena keberlanjutan masa depan membutuhkan upaya yang lebih besar dari sekadar mempertahankan kondisi saat ini.
"Kalau sesuatu yang sudah rusak tidak mungkin kita bisa maintain. Jadi regenerative itu lebih bagaimana cara kita membuat sesuatu menjadi lebih baik untuk future generation," jelas Desak Intan.
Menurutnya, generasi muda menjadi kelompok yang paling penting untuk dilibatkan karena mereka akan menjadi penerus gerakan keberlanjutan di masa mendatang.
The Apurva Kempinski Bali sendiri telah menjalankan berbagai program keberlanjutan, mulai dari penghitungan emisi karbon, edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat sekitar, hingga pendampingan petani lokal secara berkelanjutan.
Path to Sustainable Growth 2026 akan menghadirkan berbagai tokoh dari sektor budaya, lingkungan, bisnis, pendidikan, hingga ekonomi kreatif melalui empat panel diskusi utama yang mengangkat tema warisan budaya, pelestarian alam, regenerasi industri, dan pembangunan sumber daya manusia.
Konferensi ini diharapkan mampu mempertemukan pemimpin industri, akademisi, inovator, mahasiswa, organisasi, serta komunitas untuk membangun kolaborasi yang menghasilkan solusi berkelanjutan dengan dampak nyata.