10 Destinasi Utama Pariwisata Butuh Bandara Standar Internasional

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 07 April 2017 - 13:04 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Terkait percepatan 10 destinasi utama pariwisata, Menteri Pariwisata Arief  Yahya mengatakan dibutuhkan komitmen pemerintah untuk menjadikan bandara di destinasi tersebut menjadi bandara internasional dengan standar kelas dunia.

"Tidak ada tawar menawar, kecuali kalau tidak mau menetapkan sebagai destinasi kelas dunia," katanya.

Dia menyebutkan destinasi pariwisata Danau Toba, apabila wisman harus mengakses dari Bandara Kualanamu, maka dibutuhkan waktu tempuh enam jam.

"Wisman sudah tidak mau, dikembangkanlah Bandara Silangit, saat ini akan dijadikan bandara internasional oleh Angkasa Pura II juga dengan Bandara Belitung," katanya Arief dalam kunjungan kerja ke Kantor Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/Airnav Indonesia) di Tangerang, Banten, Jumat (7/4/217)

Selain itu, dia berharap Bandara Komodo akan dijadikan bandara internasional juga tahun ini.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama LPPNPI/Airnav Indonesia Novie Riyanto kepada awak media di Tangerang mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan maskapai, operator bandara dalam hal ini PT Angkasa Pura I dan II serta Kementerian Perhubungan sebagai regulatoe untuk memaksimalkan slot penerbangan untuk menggenjot wisman.

"Airnav tidak bisa bekerja sendiri, harus ada kerja sama dengan AP dan Kemenhub dan kita koordinasi terus, ini memang terlihat mudah, tapi kenyataannya sulit apabila koordinasi tidak kita lakukan secara intens," katanya.

Novie menjelaskan terkait kondisi Bandara Ngurah Rai Bali itu sangat terbatas dengan satu landasan pacu dan sisi-sisinya laut.

"Saat ini sudah bertambah jadi 27 dan akan bertambah September atau Oktober jadi 30 pergerakan pesawat per jam," katanya.

 

Chodijah Febriyani Lihat semua artikel →