Wisata Hemat Tetap Diminati, RedDoorz Sebut Yogyakarta Jadi Destinasi Tahan Banting

Oleh : Hariyanto | Jumat, 12 Juni 2026 - 10:26 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - YOGYAKARTA — Di tengah kondisi ekonomi yang mendorong masyarakat lebih cermat dalam mengelola pengeluaran, minat wisata domestik ke Yogyakarta tetap menunjukkan ketahanan. RedDoorz menilai kota pelajar tersebut masih menjadi salah satu destinasi favorit karena mampu menawarkan pengalaman wisata yang lengkap dengan biaya perjalanan yang relatif terjangkau.

General Manager Area East & Bali RedDoorz, Ovaldo Sanjaya, mengatakan wisatawan saat ini semakin selektif dalam memilih destinasi. Namun, mereka tetap bersedia mengalokasikan anggaran untuk perjalanan yang dinilai memberikan pengalaman sepadan.

“Yogyakarta memiliki daya tarik yang sulit tergantikan karena menawarkan pengalaman wisata yang lengkap dengan biaya yang relatif terjangkau. Mulai dari budaya, wisata sejarah, hingga kuliner lokal, semuanya membuat wisatawan domestik terus kembali berkunjung ke Jogja,” ujar Ovaldo dalam keterangannya, Kamis (11/6).

Menurut RedDoorz, tren wisata saat ini semakin bergeser ke arah pencarian pengalaman yang autentik. Wisatawan tidak lagi sekadar mencari tempat untuk berlibur, melainkan ingin merasakan kedekatan dengan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

Kondisi tersebut sejalan dengan kinerja sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terus mencatatkan pertumbuhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2025 terdapat 40,6 juta pergerakan wisatawan nusantara dan 102.817 kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY. Sementara pada kuartal pertama 2026, jumlah kunjungan wisatawan nusantara telah mencapai 10,4 juta perjalanan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 10,2 juta kunjungan.

Tingginya mobilitas wisatawan turut tercermin pada performa bisnis RedDoorz di Yogyakarta. Sepanjang 2025, Yogyakarta menjadi salah satu kota utama bagi jaringan RedDoorz dengan lebih dari 445.000 pemesanan. Pada periode libur Lebaran 2026, tingkat okupansi properti RedDoorz di wilayah Yogyakarta mencapai 55%, melonjak 91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

RedDoorz juga mencatat perubahan pola perilaku wisatawan, terutama dari kelompok Generasi Z dan milenial. Kalangan Gen Z kini lebih aktif melakukan riset sebelum memesan akomodasi, mulai dari membandingkan ulasan, aksesibilitas lokasi, harga, hingga tampilan visual properti di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Sementara itu, wisatawan milenial cenderung lebih mengutamakan kenyamanan, fasilitas yang andal, lokasi strategis, serta pengalaman menginap yang praktis untuk kebutuhan keluarga maupun perjalanan kelompok.

Untuk mengakomodasi kebutuhan pasar yang semakin beragam tersebut, RedDoorz memperkuat strategi multi-brand melalui jaringan SANS dan URBANVIEW di Yogyakarta.

“Untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang semakin beragam, kami terus memperkuat strategi multi-brand di Yogyakarta melalui jaringan SANS dan URBANVIEW yang menyasar segmen wisatawan berbeda, mulai dari wisatawan yang sensitif terhadap harga, hingga wisatawan yang mencari pengalaman menginap lebih modern dan estetik,” kata Ovaldo.

Sepanjang 2025, SANS Hotel tercatat menjadi merek dengan tingkat okupansi tertinggi di jaringan RedDoorz Yogyakarta, yakni 1,3 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata hotel lain di kota tersebut. Capaian ini menunjukkan meningkatnya minat wisatawan terhadap akomodasi terjangkau yang menawarkan konsep gaya hidup dan desain yang menarik secara visual.

Peningkatan kinerja juga dirasakan oleh para pemilik properti yang bermitra dengan RedDoorz. Pemilik SANS Hotel Nagari Malioboro, Puspita Melati, mengungkapkan tingkat hunian hotelnya meningkat signifikan setelah dikelola bersama RedDoorz.

“Sebelum dikelola langsung bersama RedDoorz, rata-rata tingkat hunian properti kami berada di kisaran 40%. Kini, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 75%. Hal ini berkat dukungan keahlian operasional dari RedDoorz. Kolaborasi dengan RedDoorz telah membantu kami memperluas jangkauan pasar, sekaligus tetap konsisten menyajikan pengalaman menginap yang nyaman bagi para tamu,” ujarnya.

Melihat prospek pasar yang masih menjanjikan, RedDoorz berencana memperluas jaringan akomodasinya di Yogyakarta melalui pengembangan portofolio hotel yang dikelola langsung perusahaan maupun strategi multi-brand. Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan penambahan sekitar 96 properti baru di wilayah tersebut.

“Melalui strategi multi-brand, kami ingin memastikan RedDoorz dapat terus menjawab perubahan kebutuhan wisatawan saat ini sekaligus membantu pemilik properti meningkatkan performa bisnis mereka secara lebih berkelanjutan,” tutup Ovaldo.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →