Dorong Otomasi dan Keamanan Operasional, Datadog Perkenalkan Lebih dari 100 Fitur AI Baru
INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Datadog, perusahaan penyedia platform observability dan keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI), memperkenalkan lebih dari 100 kemampuan dan integrasi baru dalam ajang tahunan DASH 2026. Langkah ini dilakukan untuk membantu perusahaan mengelola kompleksitas operasional yang semakin meningkat seiring masifnya adopsi AI di berbagai sektor.
Peluncuran tersebut menandai upaya Datadog memperkuat posisinya di pasar observability dan keamanan digital dengan menghadirkan teknologi yang lebih otonom, sekaligus menyederhanakan pengelolaan infrastruktur, aplikasi, hingga agen AI.
Co-founder dan Chief Technology Officer Datadog, Alexis Lê-Quôc, mengatakan investasi besar perusahaan pada riset dan pengembangan menjadi fondasi utama dalam menghadirkan inovasi terbaru tersebut.
“Kami secara konsisten mengalokasikan sekitar 30% dari pendapatan untuk penelitian dan pengembangan (R&D), itulah sebabnya kami mampu memahami secara mendalam dan mengatasi masalah yang dihadapi pelanggan kami setiap hari dalam mengelola kompleksitas operasional,” ujar Lê-Quôc.
Ia menambahkan, seluruh inovasi yang diumumkan dalam DASH memiliki tujuan yang sama, yakni membantu pelanggan memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap masalah kritis dan mempercepat proses penyelesaiannya.
“Di DASH, kami meluncurkan lebih dari 100 kemampuan yang disatukan dalam satu tujuan: memberikan visibilitas yang dibutuhkan pelanggan untuk menemukan dan memperbaiki masalah yang paling penting, tepat pada saat masalah tersebut muncul,” katanya.
Salah satu sorotan utama adalah pengembangan Bits AI, rangkaian agen AI milik Datadog yang kini mampu beroperasi secara lebih mandiri. Jika sebelumnya berfokus pada investigasi akar masalah, kini Bits AI dapat mendeteksi, menganalisis, hingga memperbaiki gangguan secara otomatis di berbagai lingkungan teknologi.
Menurut Lê-Quôc, kemampuan baru tersebut menjadikan Bits AI sebagai mitra kerja digital yang aktif di seluruh siklus pengembangan dan operasional perangkat lunak.
“Hingga saat ini, Bits AI dari Datadog berfokus pada penyelidikan akar masalah. Kini — dengan Bits Detection, Agent Evals, Infrastructure, Code, Release, Data Analysis, Testing, dan Chat — Bits AI mampu beroperasi secara sepenuhnya otonom, sehingga menjadi rekan kerja andal yang beroperasi di setiap tahap siklus hidup produksi dan siklus pengembangan,” ujarnya.
Bits AI juga telah diperluas untuk menangani agen AI. Melalui fitur Agent Eval, sistem dapat melakukan debugging serta menghasilkan solusi terhadap permasalahan yang muncul pada agen berbasis AI. Teknologi ini juga terintegrasi dengan platform kerja populer seperti Slack dan Claude untuk mempermudah kolaborasi tim.
Di sisi keamanan, Datadog meluncurkan AI Guard yang dirancang untuk melindungi agen AI dari serangan agent poisoning, yakni manipulasi instruksi yang dapat menyebabkan agen AI bertindak di luar tujuan semula dan berpotensi membocorkan data sensitif.
Vice President Security Products Datadog, Tim Knudsen, menjelaskan bahwa ancaman terhadap agen AI semakin kompleks karena pelaku kejahatan siber mulai menyisipkan instruksi berbahaya yang sulit dideteksi oleh sistem keamanan konvensional.
“AI Guard terbaru dari Datadog menggunakan kombinasi unik antara pelacakan agen telemetri yang mendalam dan analisis anomali perilaku berbasis AI yang mempertahankan konteks antar-tahap, untuk mendeteksi dan memblokir serangan agen AI yang biasanya terlewatkan oleh evaluasi prompt-dan-respons yang tidak mempertahankan konteks,” kata Knudsen.
Selain itu, Datadog juga memperkenalkan Bring Your Own Cloud, solusi yang memungkinkan platform Datadog dijalankan langsung di lingkungan cloud milik pelanggan. Pendekatan ini ditujukan untuk membantu perusahaan mengelola lonjakan volume data dan log yang dihasilkan oleh aplikasi AI tanpa harus mengorbankan visibilitas maupun menanggung biaya penyimpanan yang semakin besar.
Perusahaan juga meluncurkan Bits Agent Builder yang memungkinkan pengguna membangun agen AI khusus untuk mengotomatisasi berbagai tugas operasional, mulai dari penanganan insiden hingga penyusunan laporan. Untuk melengkapi ekosistem tersebut, Datadog menghadirkan Agent Console, platform pemantauan terpusat yang dapat digunakan untuk mengawasi kinerja agen AI dan alat pengembangan berbasis agen seperti Claude Code, Cursor, serta GitHub Copilot.
Menurut Lê-Quôc, visibilitas terhadap penggunaan agen AI akan menjadi faktor penting bagi perusahaan dalam mengukur nilai bisnis yang dihasilkan dari investasi AI.
“Meskipun tidak diragukan lagi bahwa agen pemrograman mempercepat pengembangan perangkat lunak, kurangnya visibilitas membuat sulit untuk mengetahui dampak penuh yang ditimbulkan agen-agen ini terhadap bisnis. Agent Console memberikan visibilitas yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting bagi pengguna mengenai pengguna agen yang paling aktif, tugas-tugas yang paling baik dikerjakan oleh agen serta di mana mereka mengalami kesulitan, dan bagaimana hasil kerja yang dihasilkan agen berkorelasi dengan pengeluaran,” ujarnya.
Melalui serangkaian inovasi tersebut, Datadog berupaya menjawab kebutuhan perusahaan yang semakin bergantung pada AI, sekaligus memperkuat keamanan dan efisiensi operasional di tengah transformasi digital yang terus berkembang.