Tanjung Lesung dan Mövenpick: Saatnya Banten Menjadi The Great Escape of Asia

Oleh : Hariyanto | Minggu, 31 Mei 2026 - 15:48 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - BANTEN - Kehadiran Mövenpick Resort Carita merupakan kabar baik, bukan hanya bagi Carita dan Anyer, tetapi juga bagi seluruh kawasan pariwisata Banten Barat. Masuknya merek internasional di bawah jaringan Accor ini menunjukkan semakin tumbuhnya kepercayaan investor terhadap masa depan sektor pariwisata di wilayah yang selama ini dikenal memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang luar biasa.

Bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kehadiran Mövenpick bukanlah sebuah persaingan yang harus dikhawatirkan. Sebaliknya, ini merupakan bagian dari terbentuknya ekosistem pariwisata yang lebih kuat. Dalam berbagai destinasi dunia, keberhasilan suatu kawasan wisata biasanya tidak ditentukan oleh satu hotel atau satu resort saja, melainkan oleh hadirnya banyak pemain yang bersama-sama menciptakan daya tarik kawasan secara keseluruhan.

Selama bertahun-tahun, Tanjung Lesung telah berperan sebagai pionir yang membuka jalan bagi pengembangan pariwisata modern di Banten Selatan. Sebagai salah satu KEK Pariwisata nasional, Tanjung Lesung telah menjadi lokomotif yang mendorong pembangunan infrastruktur, investasi, pelatihan sumber daya manusia, serta promosi destinasi di wilayah Pandeglang dan Lebak.

Momentum kebangkitan ini semakin diperkuat dengan pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang yang secara bertahap akan menghubungkan kawasan Jakarta dan Tangerang dengan Banten Selatan dalam waktu tempuh yang jauh lebih singkat. Jalan tol ini secara strategis memang dirancang untuk mendukung akses menuju KEK Tanjung Lesung dan kawasan wisata Ujung Kulon. 

"Dengan populasi kawasan Jabodetabek yang mencapai puluhan juta jiwa, Banten memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi wisata utama bagi wisatawan domestik maupun internasional. Tidak banyak daerah di dunia yang memiliki kombinasi kekayaan seperti yang dimiliki Banten," kata Founder sekaligus Direktur Utama Jababeka, SD Darmono. 

Di satu sisi terdapat Gunung Krakatau yang terkenal di seluruh dunia sebagai salah satu ikon geologi dan sejarah letusan gunung api terbesar dalam peradaban modern. Di sisi lain terdapat Taman Nasional Ujung Kulon yang menjadi habitat terakhir Badak Jawa dan telah diakui sebagai warisan dunia.

Banten juga memiliki kekayaan budaya yang unik melalui masyarakat Baduy yang menjaga tradisi dan kearifan lokal secara turun-temurun. Sementara itu, kawasan Banten Lama menyimpan jejak kejayaan Kesultanan Banten yang pernah menjadi salah satu pusat perdagangan internasional terpenting di Asia Tenggara.

"Apabila seluruh aset ini dapat dihubungkan dalam satu jaringan destinasi yang terintegrasi, maka wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pantai, tetapi juga menikmati sejarah, budaya, petualangan alam, konservasi, spiritualitas, kuliner, dan pengalaman kehidupan masyarakat lokal," ungkap Darmono. 

Dalam konteks itulah Tanjung Lesung memiliki peran strategis sebagai gerbang utama dan pusat pertumbuhan kawasan. "KEK Tanjung Lesung dapat menjadi hub yang menghubungkan wisatawan menuju Krakatau, Ujung Kulon, Banten Lama, Baduy, Carita, Anyer, serta berbagai desa wisata yang berkembang di Pandeglang dan Lebak," kata SD Darmono. 

Karena itu, lanjut Darmono, kehadiran Mövenpick Resort Carita patut disambut secara positif. Menurutnya, semakin banyak hotel, resort, restoran, dan fasilitas berkualitas internasional yang hadir di kawasan ini, maka semakin kuat pula citra Banten sebagai destinasi wisata kelas dunia.

"Yang dibutuhkan sekarang adalah kolaborasi, bukan kompetisi semata. Pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, investor, dan pengelola destinasi perlu membangun visi bersama bahwa keberhasilan satu kawasan akan memperkuat kawasan lainnya," katanya. 

Darmono menyebut, masa depan Banten bukan hanya menjadi tujuan wisata akhir pekan bagi warga Jakarta. Dengan infrastruktur yang semakin baik, kekayaan alam yang unik, warisan budaya yang kuat, serta masuknya investasi bertaraf internasional, Banten memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan Asia Tenggara.

"Dan dalam perjalanan menuju visi tersebut, KEK Tanjung Lesung akan tetap memainkan peran penting sebagai lokomotif pembangunan yang menarik gerbong-gerbong kemajuan bagi Pandeglang, Lebak, dan seluruh Banten Selatan," pungkas Darmono.