Kehadiran Jokowi dalam Aksi 212 Dinilai Pencitraan

Oleh : Marlen Erikson | Minggu, 04 Desember 2016 - 13:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Kehadiran Presiden Jokowi dalam aksi super damai pada 2 Desember (212) menuai pujian dan kritikan. Politikus Gerindra salah satu yang mengkritisi kehadiran Jokowi di Monas bersama jutaan umat muslim.

Politikus Partai Gerindra Raden Muhammad Syafi’i mengatakan, kehadiran Jokowi tersebut tidak lebih dari sekedar pencitraan belaka yang tidak membawa implikasi pada penegakan hukum yang menjerat Ahok.

"Percuma saja Jokowi hadir karena itu Cuma bagian dari pencitraan saja dan tidak akan membawa implikasi apapun pada proses penegakan hukum terhadap Ahok yang menjadi tuntuntan para peserta aksi," kata Syafi’i, ketika dihubungi, Minggu (4/12).

Khusus untuk kasus Ahok, Syafi'i mengaku heran sekaligus kecewa terhadap aparat penegak hukum. Menurutnya, aparat penegak hukum terkesan melindungi Ahok dari beberapa kasus.

"Di Sumut ada kasus yang ditetapkan kejaksaan jadi kasus korupsi meski belum ada audit apapun dan belum ada bukti kerugian negara. Semenara untuk kasus Sumber Waras yang jelas telah diaudit oleh BPK, dan ditegaskan ada korupsi, justru dibiarkan bebas,” tegasnya.

Saat ini justru yang dilakukan oleh Jokowi adalah menghabisi orang-orang yang dianggap lawan dan melindungi orang-orang yang dia anggap sebagai kawan bagaimanapun caranya.

"Seperti penangkapan aktivisi itu. Menurut saya mereka justru adalah para pejuang yang mempertahankan NKRI, orang-orang yang prihatin pada kehancuran bangsa. Dengan penangkapan mereka maka proses penghancuran bangsa justru akan berjalan mulus,” tandasnya.

Marlen Erikson Lihat semua artikel →