Bertemu 12 CEO Dunia, Prabowo Tegaskan Komitmen Kepastian Hukum dan Iklim Investasi

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:45 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Prabowo Subianto menerima 12 pimpinan perusahaan investasi global dalam pertemuan yang digelar di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Jumat, 20 Februari 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Presiden dan dihadiri para CEO serta presiden perusahaan investasi terkemuka dunia dengan total aset kelolaan sekitar 15 triliun dolar AS.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa para pengusaha tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai pemilik aset terbesar BUMN. “Pada siang hari ini, Presiden Prabowo menerima 12 pengusaha terbesar Amerika Serikat di Washington DC, 20 Februari 2026. Para pengusaha tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai pemilik aset terbesar BUMN,” tulis Seskab Teddy.

Sejumlah tokoh investasi global yang hadir antara lain Todd L. Boehly (CEO Eldridge Industries sekaligus pemilik klub Chelsea dan LA Lakers), Armen Panossian (CEO Oaktree dan pemilik Inter Milan), Matt Harris (BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners), Martin Escobari (General Atlantic), Al Rabil (Kayne Anderson), Neil R. Brown (KKR), Michael Weinberg (Levine Leichtman Capital Partners), Justin Metz (Related Fund Management), Luke Taylor (Stonepeak), Nabil Mallick (Thrive Capital), Jeffrey Perlman (Warburg Pincus), serta Seth Bernstein (Bernstein Equity Partners).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa pertemuan yang semula dijadwalkan selama satu jam berlangsung hampir dua jam karena diskusi yang dinilai sangat konstruktif. “Diskusinya tadi cukup panjang kurang lebih dua jam, dari tadinya hanya diperkirakan sejam karena diskusinya very fruitful, very productive,” ujar Rosan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional, penguatan iklim investasi, serta komitmen menjaga stabilitas dan kepastian hukum. Dialog juga dilakukan secara one-on-one dengan masing-masing pimpinan perusahaan untuk membahas potensi kerja sama lebih lanjut.

Rosan menambahkan bahwa kehadiran Danantara mendapat apresiasi positif dari para investor global. “Mereka juga mempunyai potensi sebagai local partner Danantara dan itu memberikan kenyamanan dan confidence juga, karena kita bisa bersama-sama investasi tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar Indonesia,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo menyampaikan Indonesia tidak ingin lagi dikenal sebagai sleeping giant dan siap memaksimalkan seluruh potensi ekonomi nasional bersama mitra global.

COO Danantara, Pandu Sjahrir, menyebut adanya peningkatan minat investasi dan kolaborasi. “Ya tadi mungkin banyak tambahan interest dari para investor-investor ini untuk berinvestasi dan berkolaborasi di dalam Indonesia dan juga di luar Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa para investor mengapresiasi komitmen Presiden dalam memperkuat sistem hukum dan kepastian regulasi. “Tadi banyak bahasa-bahasa seperti confidence building, dan mereka sangat apresiasi bahasa yang Pak Presiden tekankan mengenai penguatan legal system, certainty of legal system,” ungkapnya.

“Mereka sangat apresiasi bahwa ada pembentukan Danantara yang Bapak Presiden inisiasikan, bahwa ini bisa menjadi salah satu calon mitra mereka,” lanjut Pandu, seraya menambahkan bahwa sejumlah investor bahkan mempertimbangkan membuka kantor perwakilan di Indonesia. “Karena bahasa mereka boots on the ground itu sangat penting dan mereka sangat apresiasi bahwa Presiden bisa menerima mereka semua,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, menilai penekanan Presiden terhadap tata kelola perusahaan dan kepastian hukum menjadi pesan sentral yang memperkuat kepercayaan global. “Kami melihat sendiri bahwa satu, tadi Danantara itu sangat diapresiasi sebagai mitra dagang daripada CEO-CEO tadi. Dan yang kedua tentunya kami melihat juga Pak Presiden menekankan untuk tata kelola perusahaan dan juga kepastian daripada hukum, dan itu sangat benar-benar digarisbawahi dan diapresiasi,” ujarnya.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk membuka peluang investasi seluas-luasnya guna membangun rantai ekonomi dan lapangan kerja yang menguntungkan kepentingan dalam negeri. Momentum tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang stabil, percaya diri, dan siap menjadi pusat pertumbuhan baru dunia melalui diplomasi ekonomi yang aktif dan strategis.