Bitcoin Bertahan di US$ 61.900, Pasar Kripto Masih Menanti Sinyal The Fed

Oleh : Hariyanto | Kamis, 11 Juni 2026 - 15:05 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta — Pergerakan pasar kripto masih cenderung tertahan meski data inflasi Amerika Serikat (AS) terbaru memberi sinyal yang lebih ramah bagi aset berisiko. Bitcoin (BTC) bertahan di kisaran US$ 61.900 atau sekitar Rp 1,1 miliar dalam 24 jam terakhir, sementara total kapitalisasi pasar kripto terkoreksi 0,65% menjadi US$ 2,10 triliun. Dominasi Bitcoin terhadap pasar juga tetap tinggi di level 58,90%.

Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, menilai rilis data inflasi AS bulan Mei belum mampu mengubah arah pasar secara signifikan. Menurutnya, pelaku pasar masih menunggu sinyal lanjutan dari bank sentral AS.

"​​CPI keseluruhan keluar sesuai dengan ekspektasi, sementara CPI inti berada sedikit di bawah perkiraan, membuat Bitcoin tetap kuat bertahan di sekitar level US$ 61.000 setelah pengumuman data, dengan tekanan jual jangka pendek yang terlihat mulai mereda," ujar Panji dalam keterangannya, Kamis (11/6).

Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan inflasi konsumen (CPI) Mei meningkat 4,2% secara tahunan dibandingkan 3,8% pada April. Namun, secara bulanan laju inflasi melambat menjadi 0,5% dari sebelumnya 0,6%.

Panji mengatakan perhatian pasar justru tertuju pada inflasi inti yang menunjukkan pelemahan. Menurutnya, kondisi tersebut memperkecil kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.

"Kabar baiknya, Core CPI yang menjadi sorotan utama melandai di 0,2% MoM (di bawah ekspektasi 0,3%) dan stabil di 2,9% YoY, sehingga berhasil meredakan kekhawatiran makro dan menjaga probabilitas The Fed untuk menahan suku bunga pada rapat 17 Juni tetap terkunci di 98% menurut CME FedWatch," katanya.

Di tengah stabilnya pasar kripto, aset tradisional justru mengalami tekanan. Emas terkoreksi tajam dari rekor tertingginya tahun ini di level US$ 5.600 menjadi US$ 4.174. Harga perak juga merosot dari US$ 121 ke kisaran US$ 64.

Panji menambahkan pasar kini akan mencermati data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang dijadwalkan rilis pada Kamis (11/6). Data tersebut dinilai penting untuk membaca tekanan inflasi dari sisi produsen.

"Hari ini, Kamis, data Indeks Harga Produsen (PPI) AS bulan Mei akan dirilis untuk melihat gambaran inflasi di sisi produsen dengan proyeksi PPI YoY merangkak dari 6% naik ke level 6,4%," jelasnya.

Sementara itu, sentimen di pasar global turut diwarnai tingginya minat investor terhadap penawaran saham perdana SpaceX. Menjelang debut perdagangan di Nasdaq pada 12 Juni 2026, nilai pemesanan saham telah mencapai US$ 250 miliar atau hampir empat kali lipat dari target awal US$ 75 miliar.

Dari sektor altcoin, pasar juga diramaikan oleh kerja sama platform prediksi Myriad dengan Chainlink (LINK) sebagai penyedia infrastruktur oracle eksklusif untuk otomatisasi penyelesaian pasar taruhan selama Piala Dunia FIFA 2026. Di sisi lain, Pyth Network meluncurkan Pyth Indices yang menyediakan indeks aset tunggal selama 24 jam untuk berbagai instrumen tradisional, mulai dari saham AS, logam mulia hingga minyak mentah WTI dan Brent.

Untuk perdagangan hari ini, Panji memperkirakan Bitcoin berpotensi bergerak di rentang US$ 61.000 hingga US$ 64.000. Sementara Ethereum diperkirakan berada pada kisaran US$ 1.600 hingga US$ 1.750.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →