Indonesia–Prancis Masuki Babak Baru Kerja Sama Strategis

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:08 WIB · 5 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Langit musim semi yang cerah menaungi Paris ketika Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjalani rangkaian kunjungan kenegaraan ke Republik Prancis pada 27–29 Mei 2026. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda diplomatik rutin, melainkan momentum penting yang menegaskan semakin eratnya hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berubah.

Kehormatan tinggi diberikan Pemerintah Prancis sejak awal kedatangan Presiden Prabowo. Upacara penyambutan kenegaraan digelar di Les Invalides, kompleks bersejarah yang menjadi simbol tradisi militer Prancis. Di lokasi tersebut, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu.

Suasana berlangsung khidmat ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, disusul lagu kebangsaan Prancis, La Marseillaise. Setelah prosesi penghormatan kepada bendera dan pengenalan delegasi kedua negara, Presiden Prabowo menaiki kendaraan komando ACMAT untuk melakukan inspeksi pasukan kehormatan. Kendaraan yang digunakan merupakan jenis yang sama dengan yang dipakai Presiden Emmanuel Macron pada peringatan Bastille Day tahun sebelumnya.

Delegasi Indonesia yang turut hadir antara lain Ragowo Hediprasetyo, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar.

Dari Les Invalides, rangkaian kendaraan Presiden Prabowo bergerak menuju Istana Élysée dengan pengawalan kehormatan yang megah. Sebanyak 146 pasukan berkuda dan 27 personel motoris mengiringi perjalanan Kepala Negara Indonesia melintasi jalan-jalan utama Paris, sebuah tradisi penghormatan yang lazim diberikan kepada kepala negara sahabat.

Setibanya di Istana Élysée, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron. Setelah sesi foto resmi, kedua pemimpin memasuki agenda utama berupa pertemuan bilateral, pertemuan empat mata, dan pernyataan pers bersama.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Prancis memiliki peluang besar untuk memainkan peran positif dalam menjaga stabilitas dunia yang tengah menghadapi berbagai ketidakpastian.

“Melihat perkembangan dunia ke depan, kita yakin di keadaan global yang penuh ketidakpastian, penuh ketegangan, penuh konflik, kedua negara kita bisa mainkan suatu peranan yang positif. Indonesia selalu akan mendorong semua usaha untuk memelihara perdamaian. Di dunia sekarang, di mana bumi sudah semakin kecil, karena sains dan teknologi. Perang dan konflik tidak mungkin membawa kebaikan untuk siapapun,” ujar Kepala Negara.

Selain isu perdamaian global, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, penelitian, investasi, hingga percepatan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

“Hari ini saya kira akan membahas beberapa isu-isu penting, kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia European Union CEPA,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan pers bersama dengan Presiden Macron.

Presiden Prabowo juga menyambut positif penguatan hubungan ekonomi kedua negara, termasuk pembentukan France Indonesia High Level Business Council.

“Ini saya kira sangat penting dan kita akan sangat gembira dengan partisipasi dan kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis terus di ekonomi Indonesia, dan Prancis sebagai pemimpin Eropa akan terus memainkan peranan yang sangat penting di kawasan Asia Tenggara,” imbuh Presiden Prabowo.

Pembahasan turut menyentuh perkembangan situasi Timur Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo kembali menegaskan posisi Indonesia yang konsisten mendukung solusi dua negara bagi penyelesaian konflik Palestina.

“Saya juga sangat gembira bahwa Prancis salah satu pelopor yang mengajak banyak negara di Eropa dan di Barat untuk mendukung solusi dua negara, kemerdekaan Palestina. Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina,” tegas Presiden Prabowo.

Kepala Negara menilai hubungan Indonesia dan Prancis kini berada pada salah satu fase terbaik sepanjang sejarah hubungan bilateral kedua negara.

“Hari ini saya diterima dengan kehormatan yang begitu besar. Terima kasih sekali lagi, semoga Indonesia dan Prancis terus melangkah maju dengan arus yang jelas, komitmen yang kuat,” imbuh Kepala Negara.

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo kembali menegaskan pentingnya peran Prancis dan Eropa dalam membangun tatanan dunia yang seimbang.

“Yang Mulia, sekali lagi terima kasih atas sambutan yang begitu baik untuk saya dan delegasi saya, dan diskusi kita saya yakin akan membawa hasil yang baik. Indonesia memandang Prancis dan Eropa sebagai kekuatan dunia yang penting, dan kami ingin melihat peran Prancis dan Eropa semakin kuat, semakin kokoh, sehingga kita bisa kerja sama dalam keadaan dunia yang multipolar,” pungkas Kepala Negara.

Dalam pertemuan bilateral selanjutnya, Presiden Prabowo kembali menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada tingkat yang sangat baik.

“Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Prancis Berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini. Kami terima kasih dan kami hormat dengan kepemimpinan Yang Mulia Presiden Macron,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, kesamaan pandangan dalam berbagai isu global menjadi fondasi kuat bagi kemitraan kedua negara.

“Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama, dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik. Ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron. Di bidang pertahanan hubungan kita sangat baik, di bidang kerja sama sains dan teknologi juga sangat baik, di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi,” lanjutnya.

Pada malam harinya, suasana diplomasi bergeser menjadi lebih hangat melalui jamuan santap malam kenegaraan di Salle des Fêtes, Istana Élysée. Presiden Macron dan Brigitte Macron kembali menyambut Presiden Prabowo sebelum kedua pemimpin memperkenalkan delegasi masing-masing. Jamuan berlangsung dalam suasana akrab yang mencerminkan eratnya hubungan persahabatan kedua negara.

Rangkaian kunjungan resmi berakhir pada 29 Mei 2026. Dari Bandara Orly, Paris, Presiden Prabowo menerima penghormatan militer sebelum bertolak kembali ke Jakarta bersama delegasi terbatas.

Selama tiga hari berada di Prancis, Presiden Prabowo menjalani agenda diplomatik yang padat, mulai dari upacara kenegaraan, pertemuan bilateral, pernyataan pers bersama, jamuan kenegaraan, hingga pertemuan dengan diaspora Indonesia.

Kunjungan tersebut menjadi penanda kuat komitmen Indonesia untuk terus memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara sahabat di Eropa, sekaligus mempertegas peran Indonesia sebagai kekuatan yang aktif mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemitraan global di tengah dunia yang semakin multipolar.