50 Tahun Diplomatik Indonesia–PEA: Prabowo dan MBZ Perkuat Fondasi Kemitraan Masa Depan

Oleh : Candra Mata | Jumat, 27 Februari 2026 - 08:32 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dalam rangka mempererat kemitraan strategis yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA), Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, pada Kamis, 26 Februari 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, dan menjadi bagian dari kunjungan kerja Presiden Prabowo ke PEA.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden MBZ. Suasana hangat dan penuh keakraban langsung terasa sejak awal pertemuan yang digelar di taman terbuka istana. Latar pepohonan palem dan cahaya senja Abu Dhabi semakin menambah kesan akrab dan kekeluargaan dalam pertemuan tersebut.

Delegasi kedua negara duduk berhadapan dalam formasi melingkar, menciptakan suasana dialog yang setara, terbuka, dan saling menghormati. Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha, serta Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit P. Santosa.

Sementara itu, Presiden MBZ didampingi oleh Wakil Ketua Mahkamah Kepresidenan Hamdan bin Mohamed Al Nahyan, Penasihat Mahkamah Kepresidenan Mohamed bin Hamad Al Nahyan, Penasihat Urusan Strategis Ahmed Al Mazrouei, Menteri Energi dan Infrastruktur Suhail Al Mazrouei, serta Duta Besar PEA untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri.

Rangkaian agenda kemudian dilanjutkan dengan iftar bersama dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Momentum Ramadan tersebut semakin memperkuat nuansa persaudaraan antara kedua pemimpin. Presiden Prabowo juga melaksanakan salat magrib berjemaah bersama rombongan.

Usai iftar, dialog berlanjut dalam pertemuan yang diperluas (expanded meeting) guna membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan kerja sama energi, investasi, hingga kemitraan ekonomi masa depan. Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kolaborasi yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang.

Sebagai penutup, kedua kepala negara menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête) dalam suasana terbuka dan konstruktif. Percakapan langsung tersebut mencerminkan kedekatan personal sekaligus tekad kuat untuk terus mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin erat.

Pertemuan ini memiliki makna istimewa karena tahun 2026 menandai 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan PEA. Setengah abad kemitraan tersebut menjadi fondasi kokoh bagi kedua negara untuk membuka babak baru kerja sama strategis yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih berdampak bagi kesejahteraan rakyat kedua bangsa.