Inilah Laporan Kinerja 2016 Dompet Dhuafa dan Terobosan di 2017

Oleh : Ridwan | Kamis, 26 Januari 2017 - 15:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Semangat menebar manfaat untuk kaum dhuafa melalui model wakaf produktif dan bisnis sosial menjadi acuan dalam program terobosan Dompet Dhuafa di tahun 2017.

Dibidang bisnis, Dompet Dhuafa berencana mendirikan sebanyak 10 minimarket pemberdayaan bernama Dayamart. Dayamart digagas sebagai model program pemberdayaan berbasis minimarket dengan tujuan utama memandirikan masyarakat mustahik.

"Konsep Dayamart bukanlah sebagaimana bisnis murni melainkan sosial bisnis. Hal ini dilakukan dengan mendirikan minimarket dan menjadikan masyarakat miskin sebagai pemiliknya, namun tetap dalam pembinaan dan proses manajemen yang profesional" terang Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ismail A. Said di Jakarta (26/1/2017).

Keuntungan usaha minimarket ini juga disalurkan untuk membantu masyarakat miskin, memberikan diskon belanja kepada mustahik, memberikan modal usaha kepada warung kecil disekitar Dayamart serta menampung produk UMKM.

"Selama tahun 2016, telah beroperasi satu Dayamart dan telah memiliki 50 penerima manfaat di Padang, Sumatera Barat" tambahnya.

Berkenaan dengan kinerja 2016, ismail memaparkan bahwa penerima manfaat Dompet Dhuafa di tahun 2016 berjumlah 1.832.066 jiwa. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 21,33 persen dari jumlah penerima manfaat tahun 2015.

Jumlah penerima manfaat tersebut berasal dari empat pilar program Dompet Dhuafa yakni, sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Sedangakn penghimpunan dana tahun 2016 sebesar Rp. 314 miliar. Adapun penyaluran di tahun 2016 sebesar Rp. 279 miliar. Sampai saat ini pertumbuhan donatur Dompet Dhuafa sebesar 30,05%.

"Bila ditotal dari tahun berdirinya 1993 hingga 2016 lalu, penerima manfaat Dompet Dhuafa berjumlah 14.969.836 jiwa"terang Ismail.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →