Menperin Optimis Kawasan Industri JIIPE Akan Serap Investasi Capai Rp83,2 Triliun

Oleh : Ridwan | Sabtu, 10 Maret 2018 - 12:50 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Gresik, Kawasan industri Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur ditargetkan dapat menampung sebanyak 183 industri dari berbagai sektor yang akan menyerap investasi senilai Rp83,2 triliun.

Dengan berdirinya beberapa perusahaan di kawasan industri terpadu tersebut, diyakini mampu membawa efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

"Saat ini, terdapat delapan perusahaan yang sudah berinvestasi. Dua di antaranya telah beroperasi, dua perusahaan lain masih dalam proses pembangunan pabrik, dan sisanya akan mulai pembangunan," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika memberikan laporan pada acara Peresmian Kawasan Industri JIIPE di Gresik, Jawa Timur (9/3/2018).

Seperti diketahui, JIIPE sebagai salah satu kawasan industri yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017, telah disiapkan beberapa klaster untuk industri berat, industri berbasis kelapa sawit (CPO), industri otomotif, serta industri kecil dan menengah (IKM).

"Selain itu, JIIPE merupakan model kawasan industri generasi ketiga, yaitu kawasan industri yang dilengkapi dengan infra dan suprastruktur yang andal dan terintegrasi seperti adanya pelabuhan, kawasan yang ramah lingkungan, serta inovatif menuju terwujudnya kota industri baru," jelas Airlangga.

Menperin menargetkan kawasan industri di Gresik mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang, yang diharapkan didominasi dari masyarakat sekitar.

Guna mempercepat pembangunan dan peningkatan daya saing kawasan industri di JIIPE, Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan langkah sinergi, terutama dengan Kementerian Perhubungan.

"Pemerintah selalu memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan industri melalui penyediaan infrastruktur sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian," lanjut Menperin.

Misalnya, terkait dengan infrastruktur pelabuhan, Terminal Manyar Pelabuhan Gresik yang merupakan bagian dari kawasan industri JIIPE, telah dirancang dengan multipurpose yang mampu memfasilitasi bongkar muat curah kering, curah cair, general cargo dan peti kemas. Terminal Manyar mampu disandari oleh kapal-kapal berukuran besar hingga 100.000 DWT.

Untuk mendukung beroperasinya kawasan industri JIIPE juga masih dibutuhkan penambahan dan peningkatan beberapa infrastruktur seperti pelebaran Jalan Daendels, penyambungan rel kereta api sepanjang 11 km dari Stasiun Duduk Sampeyan sampai masuk ke lokasi JIIPE, dan diharapkan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar bisa terkoneksi dengan JIIPE.

"Kami mengharapkan kementerian teknis terkait untuk mendukung penambahan dan peningkatan infrastruktur tersebut," tegas Airlangga.

Beroperasinya kawasan industri JIIPE diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan didampingi Menperin Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Presiden Direktur AKR Corporindo Tbk. Haryanto Adikoesoemo, dan Direktur Utama Pelindo III Ari Ashkara.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →