Menperin Agus Tancap Gas Siapkan Teknologi Pengolahan Air Modern di Kawasan Industri

Oleh : Ridwan | Selasa, 12 Mei 2026 - 13:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.idJakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat pembangunan kawasan industri hijau dengan menggandeng perusahaan teknologi asal China, Qiaoyin City Management Co., Ltd., untuk mengembangkan sistem pengolahan air baku dan air limbah terpadu di Indonesia.

Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) di Jakarta, Senin (11/5/2026). Proyek ini akan diterapkan di lima kawasan industri sebagai pilot project pengelolaan air ramah lingkungan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penguatan infrastruktur pengolahan air menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi industri hijau dan target net zero emission (NZE).

“Kawasan industri memainkan peran penting dalam mendukung investasi dan transformasi industri Indonesia. Karena itu, pengelolaan air baku dan air limbah menjadi prioritas penting,” ujar Agus, Selasa (12/5).

Dalam proyek ini, Qiaoyin memperkenalkan teknologi pengolahan limbah terbaru bernama Efficient Denitrogenation Integrated Airlift Loop Bioreactor (DIAB). Teknologi tersebut diklaim mampu memangkas biaya pembangunan hingga 20 persen dan menghemat penggunaan lahan sampai 60 persen dibanding sistem konvensional.

Selain lebih hemat biaya, sistem prefabrikasi yang digunakan juga memungkinkan fasilitas pengolahan air beroperasi empat kali lebih cepat.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana menyebut, penerapan teknologi modern ini akan membantu kawasan industri di Indonesia meningkatkan daya saing sekaligus memenuhi tuntutan industri global yang semakin berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Berdasarkan data Kemenperin, hingga 2025 terdapat 176 kawasan industri di Indonesia dengan total investasi mencapai Rp6.744 triliun dan menyerap 2,35 juta tenaga kerja. Pertumbuhan kawasan industri yang pesat membuat kebutuhan sistem pengolahan air dan limbah semakin mendesak.

Melalui proyek ini, Kemenperin berharap teknologi pengolahan air terpadu dapat menjadi model baru pengembangan kawasan industri hijau di Indonesia.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →