Ekspansi Fase II, KEK Kendal Besutan Jababeka (KIJA) & Sembcorp Jadi Contoh Sukses Kolaborasi RI - Singapura

Oleh : Candra Mata | Jumat, 15 Mei 2026 - 19:24 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - KENDAL, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal terus menunjukkan perkembangan positif sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri baru di Indonesia. Kawasan industri hasil kolaborasi PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) dan Sembcorp Development Ltd tersebut dinilai menjadi contoh keberhasilan kerja sama investasi strategis antara Indonesia dan Singapura.

Berlokasi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kawasan seluas 2.200 hektare itu berkembang menjadi salah satu tujuan investasi industri manufaktur di Indonesia, khususnya untuk sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi baru terbarukan (EBT), serta industri tekstil dan turunannya.

Seiring meningkatnya aktivitas industri di kawasan tersebut, kontribusi KEK Kendal terhadap perekonomian daerah juga mulai terlihat signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal, pertumbuhan ekonomi Kendal mencapai 7,99 persen pada 2025 atau tertinggi di Jawa Tengah.

Kinerja tersebut menjadi titik balik setelah sebelumnya perekonomian daerah sempat mengalami kontraksi pada masa pandemi. Pada triwulan I/2026, laju pertumbuhan ekonomi Kendal kembali tercatat sekitar 9 persen dan tetap menjadi salah satu yang tertinggi di provinsi tersebut.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, aktivitas investasi di KEK Kendal juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah sekitar kawasan industri.

Realisasi investasi Kabupaten Kendal dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan tren peningkatan. Pemerintah daerah mencatat nilai investasi mencapai lebih dari Rp14 triliun pada 2024 dan kembali meningkat pada 2025, menjadikan Kendal sebagai salah satu daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah.

KEK Kendal sendiri merupakan proyek kawasan industri Singapura pertama di Indonesia di luar kawasan Batam, Bintan, dan Karimun. Kehadiran kawasan tersebut dinilai memperkuat hubungan ekonomi bilateral kedua negara yang selama ini telah terjalin erat.

Pemerintah Singapura juga disebut aktif memantau perkembangan kawasan tersebut melalui berbagai kunjungan bilateral dan forum kerja sama ekonomi Indonesia–Singapura.

Keberhasilan pengembangan KEK Kendal dinilai sejalan dengan tren investasi Singapura secara nasional. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Singapura masih menjadi salah satu sumber investasi asing terbesar di Indonesia dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Investasi tersebut tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari manufaktur, hilirisasi industri, energi, hingga sektor jasa modern seperti pusat data dan infrastruktur digital.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono sebelumnya menyebut kerja sama ekonomi Indonesia dan Singapura tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Inisiatif ini adalah proyek ekonomi, tetapi juga merupakan peluang bagi kedua negara kita untuk menyediakan lebih banyak lapangan kerja bagi rakyat kita, menciptakan peluang, dan meningkatkan taraf hidup,” ujar Sugiono.

Senada, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan tingginya investasi Singapura di Indonesia mencerminkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

“Singapura telah menjadi investor asing terbesar Indonesia selama lebih dari satu dekade. Hal ini mencerminkan keyakinan dan kepercayaan Singapura terhadap kekuatan ekonomi jangka panjang Indonesia,” kata Balakrishnan.

Sebelumnya, keberhasilan KEK Kendal juga mendapat pengakuan langsung dari pemerintah pusat. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono, yang juga Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, menyebut KEK Kendal sebagai contoh KEK terbaik di tanah air.

Menurutnya, pemerintah terus mendukung pengembangan kawasan tersebut, termasuk utilisasi lahan di KEK Kendal yang saat ini sudah hampir mencapai 100 persen, sehingga perlu dilakukan ekspansi ke fase II seluas 1.000 hektare.

“Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendorong pemberian insentif bagi pelaku usaha yang berminat berinvestasi di KEK Kendal,” ujarnya.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →