HKI: KEK di Pulau Jawa Jadi Kunci Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
INDUSTRY.co.id - Jakarta — Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pulau Jawa masih memegang peranan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8 persen.
Di tengah dorongan pemerataan pembangunan ke luar Pulau Jawa, HKI menilai bahwa Pulau Jawa tetap memiliki keunggulan komparatif yang sulit ditandingi. Mulai dari kesiapan infrastruktur, kedekatan dengan pasar, hingga ekosistem industri yang sudah matang, menjadikan wilayah ini sebagai katalis utama dalam mempercepat realisasi investasi.
Ketua Umum HKI, Akmad Ma’ruf Maulana, mengatakan bahwa dalam konteks pencapaian target pertumbuhan ekonomi yang ambisius, diperlukan langkah yang terukur dan berdampak cepat.
“Pulau Jawa masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto. KEK di Pulau Jawa dapat menjadi instrumen strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Akmad dalam keterangannya di Jakarta (23/4).
Di sisi lain, dinamika geopolitik global turut membuka peluang baru bagi Indonesia. Relokasi industri serta meningkatnya minat investasi dari kawasan Timur Tengah menjadi momentum yang perlu dimanfaatkan secara optimal.
Investor saat ini, kata dia, semakin mempertimbangkan faktor insentif yang kompetitif, kepastian regulasi, serta fleksibilitas lokasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi rantai pasok.
HKI pun mendorong agar kebijakan pengembangan KEK tetap adaptif dan tidak membatasi lokasi hanya di luar Pulau Jawa.
Menurutnya, diversifikasi pengembangan KEK, baik di Jawa maupun luar Jawa akan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi global yang kompetitif.
Lebih lanjut, Ma'ruf menekankan bahwa pengembangan KEK di Pulau Jawa tidak lagi semata berfokus pada industri konvensional. Ke depan, kawasan tersebut diarahkan untuk mendukung industri bernilai tambah tinggi.
“Kami melihat KEK di Pulau Jawa dapat difokuskan pada industri berbasis teknologi tinggi serta sektor spesifik yang memiliki keunggulan kompetitif, seperti industri halal. Dengan pendekatan ini, KEK tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat inovasi,” jelasnya.
HKI juga menilai integrasi KEK dengan infrastruktur modern akan meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional sekaligus memperkuat daya tarik investasi. Oleh karena itu, pemerintah didorong untuk tetap membuka ruang pengembangan KEK di Pulau Jawa secara selektif dan strategis.
“Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pengelola kawasan menjadi kunci agar KEK dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Ma'ruf.