Tahun 2018, Industri Ritel Tanah Air Diprediksi akan Membaik

Oleh : Ridwan | Rabu, 20 Desember 2017 - 09:33 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Tahun 2017 menjadi tahun yang sangat berat untuk industri ritel Tanah Air. Menurut data dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menggambarkan industri ritel masih bertumbuh, namun relatif melambat.

Seperti diketahui, pada semester pertama 2017, pertumbuhan industri ritel hanya mencapai 3,7%. Angka ini menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang bisa mencapai 5-6%.

Aprindo memproyeksikan sampai akhir tahun, pertumbuhan industri ritel Tanah Air bisa mencapai 7-7,5%.

Sementara itu, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira memprediksi, industri ritel akan kembali menggeliat pada tahun depan.

"Pertumbuhan industri ritel tahun depan akan didorong oleh konsumsi rumah tangga," ujar Bhima di Jakarta (20/12/2017).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menopang pertumbuhan industri ritel tahun depan salah satunya adalah kenaikan dari dana bantuan sosial dari Program Keluarga Harapan (PKH).

"Dengan kenaikan tersebut diprediksi konsumsi rumah tangga akan tumbuh di kisaran 5-5,2%," terangnya.

Namun, lanjutnya, dampak dari tahun politik masih dapat menghambat pertumbuhan  industri ritel Tanah Air. Pasalnya, masyarakat kelas menengah atas cenderung menahan untuk belanja.

"Masyarakat golongan tersebut memilih menyimpan uangnya di Bank. Sehingga diperkirakan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tahun depan pertumbuhannya masih akan tetap tinggi," kata Bhima.

Disisi lain, Bhima tetap optimis pertumbuhan industri ritel Tanah Air akan berada di atas 5,5% ada tahun 2018. "Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan prediksi tahun ini yang diperkirakan hanya akan berada di level 5%," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →