INDUSTRY.co.id - Jakarta, Semangat kemerdekaan, persatuan, dan keselamatan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di PT Nusa Halmahera Minerals (NHM).
Upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Mini Soccer Gosowong, Senin (17/8), menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen perusahaan dalam membangun operasional pertambangan yang berkelanjutan.
Mengusung tema internal “Harmoni Dalam Persatuan, Bersatu Untuk Gosowong Maju”, yang selaras dengan tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, upacara dimulai pukul 07.00 WIT dan diikuti jajaran manajemen, para manager, karyawan, serta mitra kerja NHM.
Nuansa persatuan semakin terasa dengan hadirnya tokoh-tokoh dari Lembaga Adat 4 Suku di wilayah lingkar tambang, yakni Suku Pagu, Towiliko, Boeng, dan Modole.
Kehadiran mereka menjadi simbol pentingnya sinergi antara perusahaan, pekerja, dan masyarakat adat dalam menjaga keberlanjutan kehidupan di sekitar wilayah operasional Gosowong.
Wakil Direktur Operasi/KTT NHM Rara Dodo Lawolo hadir bersama jajaran manajemen dalam upacara tersebut. Sementara itu, Sr. Supervisor Government Relation & Permitting, Harnevar Piga, bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Harnevar menyoroti makna kemerdekaan dari perspektif pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, kedaulatan bangsa tidak hanya tercermin dari kemerdekaan secara politik, tetapi juga dari kemampuan mengelola kekayaan alam secara mandiri, profesional, dan bertanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa emas yang berasal dari bumi Halmahera merupakan aset berharga bangsa yang harus memberikan manfaat bagi ketahanan nasional sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Namun, di balik target produksi dan kemajuan operasional, Harnevar mengingatkan bahwa aspek kemanusiaan harus tetap menjadi prioritas.
“Bagi kami di NHM, produksi emas yang tinggi tidak akan ada artinya jika harus dibayar dengan air mata, karena kemakmuran perusahaan dan karyawan tidak boleh mengorbankan keselamatan satu nyawa pun,” tegas Harnevar.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan posisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kemakmuran yang berkelanjutan.
Bagi NHM, keberhasilan operasional tidak semata-mata diukur melalui pencapaian produksi, tetapi juga dari kemampuan memastikan setiap pekerja dapat menjalankan tugas dengan aman.
Filosofi tersebut dirangkum dalam prinsip sederhana namun fundamental: setiap pekerja berangkat dalam keadaan sehat dan harus kembali kepada keluarganya dalam keadaan yang sama.
Untuk mewujudkan hal itu, sinergi antara manajemen, pekerja, mitra kerja, dan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Semangat persatuan dipandang sebagai kekuatan untuk memastikan kemajuan Gosowong dapat dirasakan secara bersama dan tidak meninggalkan kelompok mana pun.
Upacara semakin berlangsung tertib dengan dukungan tim Paskibraka yang terdiri dari Jusak J. Tatuh, Nona Segaryanti Nanere, dan Farudin Jakir. Aipda Nasuha Umasungi, PS Danton 2 Kompi 2 Batalion C, bertindak sebagai Komandan Upacara.
Rangkaian upacara juga melibatkan Ronny Kasenda sebagai pembaca teks Proklamasi, Nurul Mauludyah sebagai pembaca teks UUD 1945, Jamaluddin sebagai pembaca doa, serta Martha Larenggam sebagai pemandu acara.
Peringatan HUT RI ke-81 di Gosowong akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan pertambangan harus berjalan seiring dengan persatuan, penghormatan terhadap masyarakat sekitar, dan perlindungan terhadap keselamatan manusia.
Dengan semangat “Harmoni Dalam Persatuan, Bersatu Untuk Gosowong Maju”, NHM meneguhkan komitmen untuk terus mendorong operasional tambang Gosowong yang bertanggung jawab, aman, dan berkelanjutan demi masa depan bersama.