Transformasi Tata Kelola Berbuah Manis, Pupuk Indonesia Bertahan di Jajaran Perusahaan Terbesar Asia Tenggara

Oleh : Candra Mata | Kamis, 25 Juni 2026 - 10:29 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menorehkan pengakuan di tingkat regional dengan masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 (FSEA500) 2026, yang memuat 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025.

Dalam pemeringkatan terbaru tersebut, Pupuk Indonesia menempati posisi ke-68 setelah membukukan pendapatan audited sebesar Rp90,4 triliun atau tumbuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi indikator menguatnya fundamental bisnis perusahaan yang ditopang transformasi tata kelola, peningkatan efisiensi, serta keberhasilan menjalankan mandat strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, mengatakan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab strategis kepada negara.

“Peringkat Pupuk Indonesia dalam Fortune Southeast Asia 500 mencerminkan kuatnya fundamental bisnis perusahaan yang dibangun melalui transformasi tata kelola dan peningkatan efisiensi secara berkelanjutan. Fondasi tersebut memungkinkan kami untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat investasi yang memperkuat daya saing dan membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan,” ujar Yehezkiel.

Menurutnya, penguatan kinerja perusahaan tidak terlepas dari reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang dilakukan pemerintah. Melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025, mekanisme distribusi pupuk disederhanakan sehingga penyaluran kepada petani menjadi lebih cepat dan efektif.

Langkah tersebut kemudian diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang mengubah skema subsidi dari cost plus menjadi marked-to-market. Kebijakan ini dinilai mampu memperbaiki struktur pembiayaan industri pupuk sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi perusahaan untuk menjalankan investasi produktif, termasuk program revitalisasi fasilitas produksi.

“Efisiensi tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga menciptakan manfaat yang lebih luas bagi seluruh ekosistem. Tata kelola yang semakin baik memungkinkan penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih efektif, sementara efisiensi yang tercipta memberikan ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk menjalankan investasi strategis yang mendukung pertumbuhan jangka panjang,” kata Yehezkiel.

Ia menambahkan, manfaat efisiensi tersebut turut dirasakan petani melalui penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sejak Oktober 2025.

Penguatan tata kelola dan efisiensi operasional kini menjadi modal utama Pupuk Indonesia untuk mempercepat agenda revitalisasi dan hilirisasi sebagai mesin pertumbuhan baru perusahaan.

Dalam program revitalisasi, perusahaan menargetkan pembangunan dan peremajaan tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan guna meningkatkan efisiensi energi, kapasitas produksi, serta keandalan operasi. Salah satu proyek yang telah rampung adalah Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kalimantan Timur yang berhasil menekan konsumsi gas lebih dari 10 persen dan meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan.

Di sektor hilirisasi, Pupuk Indonesia juga memperluas portofolio bisnis melalui sejumlah proyek strategis. Salah satunya pembangunan pabrik soda ash berkapasitas 300.000 ton per tahun di Bontang, Kalimantan Timur. Selain itu, perusahaan tengah mengembangkan pabrik metanol yang diharapkan mampu mendukung kebutuhan industri nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi.

Melalui berbagai proyek tersebut, Pupuk Indonesia menargetkan terciptanya nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas strategis, serta meningkatkan daya saing industri pupuk Indonesia di tingkat regional.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →