Prabowo Resmikan Jalan Daerah Rp 5,41 Triliun, Dorong Konektivitas dan Tekan Biaya Logistik

Oleh : Hariyanto | Kamis, 25 Juni 2026 - 09:45 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Pemerintah mempercepat pembangunan konektivitas nasional melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025. Program yang mencakup penanganan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi dengan nilai investasi mencapai Rp 5,41 triliun tersebut resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto melalui peresmian sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Peresmian dilakukan di ruas Jalan Kedungdung–Bringkoning, Selasa (23/6/2026), sebagai bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. Kebijakan ini dirancang untuk mempercepat penanganan ruas jalan strategis yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran daerah.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa jalan daerah memiliki peran vital dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, konektivitas yang baik akan menurunkan biaya distribusi berbagai komoditas unggulan daerah, mulai dari hasil pertanian, perkebunan hingga perikanan.

"Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita. Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita," ujar Prabowo.

Pemerintah menilai pembangunan jalan daerah menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Dengan akses yang lebih baik, distribusi hasil produksi dari sentra-sentra ekonomi daerah menuju pasar dan pusat konsumsi diharapkan menjadi lebih efisien.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pelaksanaan IJD 2025 menjadi bukti komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur yang lebih merata dan tidak lagi terpusat di wilayah tertentu.

"Infrastruktur jalan yang diresmikan hari ini merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi, penguat konektivitas nasional, dan wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah, sesuai arahan dari Bapak Presiden bahwa ekonomi tumbuh dari desa. Kami meyakini dengan pengelolaan berkelanjutan serta sinergi erat antara pemerintah pusat dan daerah, infrastruktur yang diresmikan hari ini akan menjadi tuas pengungkit kemajuan bangsa dalam jangka panjang," kata Dody.

Ia menambahkan, pelaksanaan program juga mengikuti arahan Presiden agar jalan daerah memiliki kapasitas yang lebih memadai. Karena itu, sejumlah ruas mengalami pelebaran dari sebelumnya sekitar tiga meter menjadi sekitar delapan meter sehingga memungkinkan dua kendaraan roda empat melintas secara berpapasan dengan aman.

Secara regional, program IJD 2025 menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. Di Pulau Jawa, penanganan jalan dilakukan sepanjang 269,66 kilometer yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten. Sementara di Sumatra, pembangunan mencakup lebih dari 200 kilometer jalan yang tersebar dari Aceh hingga Kepulauan Riau.

Di kawasan Indonesia timur, pemerintah juga memperluas intervensi infrastruktur melalui pembangunan jalan di Maluku, Maluku Utara, serta sejumlah provinsi di Tanah Papua. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kesenjangan konektivitas antarwilayah dan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.

Keberadaan jalan-jalan hasil program IJD diproyeksikan memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Selain mempercepat akses menuju pusat layanan publik, infrastruktur tersebut juga diharapkan memperkuat rantai pasok daerah, meningkatkan daya saing sentra produksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Program IJD menjadi bagian dari implementasi visi PU 608 yang menempatkan infrastruktur sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional menuju target pertumbuhan 8 persen. Melalui peningkatan konektivitas jalan daerah, pemerintah berupaya menekan biaya logistik, memperkuat jaringan distribusi nasional, sekaligus menciptakan peluang investasi dan aktivitas ekonomi baru di berbagai daerah.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →