PCK2L Mulai Fabrikasi Lapangan Bukit Panjang, Produksi Gas Ditargetkan Mengalir pada 2028

Oleh : Hariyanto | Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:02 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bintan — Proyek pengembangan Lapangan Bukit Panjang di Wilayah Kerja Ketapang memasuki fase konstruksi setelah PC Ketapang II Ltd. (PCK2L), anak usaha Searah Limited, memulai proses fabrikasi fasilitas produksi melalui seremoni First Steel Cutting di Meitech Korindo Yard, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, 17 Juni 2026. Langkah ini menandai dimulainya secara resmi pengerjaan fasilitas produksi untuk lapangan migas lepas pantai yang berlokasi di perairan Jawa Timur tersebut.

Seremoni tersebut dihadiri Deputi Eksploitasi SKK Migas Surya Widyantoro, manajemen PT Meindo Elang Indah sebagai pelaksana kontrak Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Tahapan fabrikasi dimulai setelah proyek memperoleh persetujuan Keputusan Investasi Akhir atau Final Investment Decision (FID) pada April 2026. Persetujuan tersebut menjadi pijakan bagi pengembangan Lapangan Bukit Panjang yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2028 guna mendongkrak produksi migas di Wilayah Kerja Ketapang sekaligus mendukung pasokan energi di Jawa Timur.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menilai dimulainya pembangunan fasilitas produksi menjadi bukti kuat masih terjaganya kepercayaan investor terhadap sektor hulu migas nasional.

“Pencapaian FID dan dimulainya kegiatan fabrikasi untuk Lapangan Bukit Panjang menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi sektor hulu migas Indonesia. SKK Migas akan terus mendukung pelaksanaan proyek strategis seperti ini agar dapat berjalan dengan aman, tepat waktu, dan memberikan kontribusi optimal bagi pencapaian target produksi nasional,” ujar Djoko dalam keterangan terpisah.

Djoko berharap penyelesaian proyek dapat dipercepat sehingga kontribusi lapangan tersebut terhadap produksi nasional dapat terealisasi lebih awal. “Semakin cepat tentu semakin baik. Kami berharap tahun depan Lapangan Bukit Panjang dapat onstream dengan tambahan produksi kondensat sekitar 1.000 BOPD serta menghasilkan LPG sampai dengan 189 metrik ton per hari atau setara sekitar 2.170 BOEPD,” katanya.

Lapangan Bukit Panjang diproyeksikan memiliki puncak produksi mencapai 50 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Pengembangannya akan memanfaatkan fasilitas produksi lepas pantai yang terintegrasi dengan infrastruktur eksisting Lapangan Bukit Tua di Wilayah Kerja Ketapang yang telah beroperasi sejak 2015.

Presiden Direktur PCK2L Yuzaini Md Yusof mengatakan pengembangan Bukit Panjang menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memaksimalkan nilai aset melalui pendekatan yang efisien dan berkelanjutan.

“Pengembangan Lapangan Bukit Panjang mencerminkan komitmen kami untuk mengoptimalkan potensi aset yang ada melalui penerapan teknologi efisien dan pengembangan berkelanjutan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia dan SKK Migas, serta menantikan kerja sama yang erat selama proses pengembangan ini,” ujar Yuzaini.

Searah Limited sendiri merupakan perusahaan patungan yang dibentuk PETRONAS dan Eni pada 1 Juni 2026 dengan kepemilikan masing-masing sebesar 50%. Entitas independen tersebut menggabungkan sejumlah aset strategis di Malaysia dan Indonesia, terutama di Jawa Timur, dengan portofolio yang mencakup 19 aset gas yang telah berproduksi maupun masih dalam tahap pengembangan. Melalui kombinasi aset tersebut, perusahaan menargetkan penguatan ketahanan energi regional sekaligus percepatan penciptaan nilai dari sektor gas di kawasan.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →